Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Klaim Tujuh Paskibra Meninggal Usai Upacara 17 Agustus Adalah Hoaks Bermuatan Phishing

2026-08-28 06:10 WIB · aindari · 👁 673 dibaca

Unggahan di Facebook yang mengklaim tujuh anggota Paskibra meninggal setelah upacara kemerdekaan terbukti menyesatkan dan mengandung jebakan pencurian data pribadi.

Sebuah unggahan di Facebook menyebar dengan narasi mengejutkan: tujuh anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) disebut meninggal dunia setelah mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Unggahan itu menampilkan gambar pratinjau yang memperlihatkan sejumlah anggota Paskibra berseragam lengkap dalam kondisi menangis, disertai kalimat bernada duka yang mendorong pengguna untuk mengeklik tautan video selengkapnya.

Namun saat tautan diklik, tidak ada video yang ditampilkan. Pengguna justru diarahkan ke halaman lain yang meminta pengisian data pribadi, termasuk nama dan nomor telepon. Pola semacam ini merupakan ciri khas modus phishing — teknik penipuan siber yang bertujuan mencuri informasi sensitif dengan menyamar sebagai konten atau pihak yang tampak meyakinkan.

Tim pemeriksa fakta ANTARA menelusuri asal-usul foto yang dipakai dalam unggahan tersebut. Hasilnya, gambar itu identik dengan foto dalam sebuah artikel Tribunnews yang memberitakan insiden berbeda sama sekali: anggota Paskibra yang menangis setelah gagal mengibarkan bendera pada upacara HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Adam Malik, Kota Pematang Siantar, pada 17 Agustus 2016.

Dalam peristiwa asli itu, pasukan pengibar bendera sempat gagal pada percobaan pertama mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Setelah berhasil pada percobaan kedua, sebagian anggota Paskibra terlihat menangis dan berpelukan karena terbebani oleh kejadian tersebut. Warga yang menyaksikan bahkan memberikan dukungan dengan bertepuk tangan. Tidak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa itu.

Dengan demikian, klaim tentang tujuh anggota Paskibra yang meninggal dunia setelah upacara 17 Agustus tidak memiliki dasar fakta. Foto yang digunakan merupakan dokumentasi lama dari tahun 2016 yang dikaitkan secara keliru dengan narasi kematian, sementara tautan yang disertakan berpotensi membahayakan pengguna yang tidak waspada karena mengarah ke halaman pengumpul data pribadi.

Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap konten sensasional di media sosial, terutama yang mendorong klik dengan judul provokatif namun tidak menampilkan konten yang dijanjikan. Indikasi phishing dapat dikenali dari permintaan data pribadi, tampilan halaman yang meniru situs resmi, serta tautan yang tidak berasal dari sumber tepercaya.

Tag: hoaks, paskibra, phishing, cek fakta, 17 Agustus