Bali Bidik Kemandirian Energi, Bukan Sekadar Nol Emisi
2026-08-29 17:10 WIB · aindari · 👁 569 dibaca

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan target energi provinsinya melampaui agenda iklim global — Bali harus berdaulat atas sumber energinya sendiri yang bersih dan terbarukan.
Gubernur Bali Wayan Koster meluruskan arah kebijakan energi daerahnya: bukan semata mengejar target emisi nol karbon yang menjadi tren global, melainkan memastikan Bali benar-benar mandiri secara energi dengan mengandalkan sumber-sumber bersih dan terbarukan. Penegasan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) di Denpasar, Sabtu.
Menurut Koster, kebijakan energi bersih ini lahir dari kebutuhan mendasar, bukan tekanan agenda internasional. Prioritasnya konkret: udara yang layak hirup, lingkungan bebas polusi, masyarakat yang sehat, dan pangan berkualitas. Ia menekankan bahwa kebijakan energi tidak bisa berdiri sendiri — perluasan dan rehabilitasi hutan serta penanaman pohon harus berjalan seiring agar pasokan oksigen alami terjaga.
Salah satu langkah nyata yang sedang dijalankan adalah pengurangan bertahap ketergantungan Bali pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Saat ini Bali masih menerima pasokan listrik sekitar 35 MW dari Paiton yang berbasis batu bara. Transisi ini, menurut Koster, sudah masuk dalam rencana sistem kelistrikan PLN dan prosesnya tengah berjalan.
Untuk menggantikan sumber fosil tersebut, Pemprov Bali mengarahkan pemanfaatan beragam potensi energi lokal — mulai dari tenaga surya, gas, gelombang laut, hingga angin. Strategi paling konkret saat ini adalah percepatan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya, yang didorong melalui surat edaran gubernur. Dukungan pusat turut mengalir lewat Kementerian ESDM dengan alokasi kapasitas PLTS di Bali mencapai 1.500 MW.
"Dengan demikian kualitas udara bagus, polusi turun, penyakit juga menurun, itu target saya," kata Koster. Ia meyakini keberhasilan menekan penggunaan energi fosil akan berdampak langsung pada kualitas hidup warga Bali. Komitmen ini pun mendapat perhatian internasional — Koster disebut turut diundang ke London untuk membahas implementasi kebijakan transisi energi global.
Di tingkat lokal, Pertalindo Bali menyatakan siap mendukung agenda tersebut melalui kompetensi tenaga ahli, lembaga sertifikasi, dan laboratorium lingkungan hidup terakreditasi. Organisasi itu juga mengundang Gubernur Koster untuk membuka Rapat Kerja Daerah sekaligus Konferensi Internasional bertema Pemanfaatan Energi Bersih di Bali Menuju Net Zero Emission 2045, yang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026.
Tag: energi terbarukan, Bali, Wayan Koster, PLTS, net zero emission