Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Iran Kejar Kemandirian Ekonomi di Tengah Tekanan Sanksi dan Rial yang Terpuruk

2026-08-29 17:15 WIB · aindari · 👁 383 dibaca

Pemimpin Tertinggi Iran menegaskan produksi dalam negeri sebagai solusi utama krisis ekonomi, seiring rial menembus rekor terlemah sepanjang sejarah.

Di tengah tekanan sanksi yang kian berat dan nilai tukar yang terus merosot, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan penguatan produksi domestik sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan ekonomi yang membelit negara itu. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis dalam rangka Pekan Pemerintah Iran pada Jumat (28/8).

Khamenei menyebut peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri sebagai "kunci utama" untuk menyelesaikan masalah ekonomi secara menyeluruh. Ia mendesak pemerintah agar memberikan perhatian serius terhadap sejumlah tantangan yang saling berkaitan, mulai dari inflasi, pengangguran, pengendalian harga, hingga pengaturan pasar barang dan jasa.

Dalam arahannya, Khamenei juga mendorong pertumbuhan investasi yang diarahkan ke sektor-sektor strategis, serta menjadikan kebijakan "ekonomi perlawanan" sebagai poros utama agenda ekonomi pemerintah. Soal impor, ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut hanya boleh digunakan secara tepat dan bijak ketika kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan. Dengan pendekatan itu, ia optimistis berbagai titik lemah perekonomian Iran dapat diatasi secara bertahap.

Seruan ini muncul bersamaan dengan tekanan besar di pasar valuta asing. Rial Iran mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pekan ini, menembus level 2 juta rial per dolar AS di pasar bebas. Pelemahan ini terjadi seiring langkah Washington yang menjatuhkan sanksi tambahan yang ditujukan untuk menekan perekonomian Iran lebih jauh. Kondisi tersebut memperkuat urgensi di balik seruan Khamenei untuk secara bertahap mengurangi dominasi dolar dalam sistem ekonomi domestik.

Khamenei turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan inovasi dari kalangan muda Iran. Menurutnya, penerapan yang tepat waktu di sektor pertanian, industri, komunikasi, dan pendidikan berpotensi menghasilkan kemajuan yang signifikan. Ia juga menyebut perlunya pengelolaan yang lebih cerdas serta keterlibatan lebih besar dari para spesialis dan ahli teknologi guna membuka kapasitas baru bagi ekspansi ekonomi.

Di sisi lain, Khamenei memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah selama masa perang dalam menjaga pasokan barang dan jasa kebutuhan pokok, memulihkan fasilitas yang rusak, serta mengelola distribusi energi di tengah sanksi dan blokade yang semakin ketat.

Perlu dicatat, Khamenei mengambil alih posisi pemimpin tertinggi setelah ayahnya tewas dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, dan hingga kini belum muncul secara langsung di hadapan publik. Pesan tertulis ini menjadi salah satu komunikasi resmi pertamanya yang menyentuh agenda ekonomi secara rinci.

Tag: Iran, ekonomi Iran, sanksi, rial, produksi dalam negeri