JK Terjun Langsung ke Flores, PMI Kirim Kapal Bantuan Besar untuk Korban Bencana NTT
2026-08-30 06:06 WIB · aindari · 👁 698 dibaca

Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla memimpin operasi kemanusiaan di Flores sementara satu kapal besar berisi logistik diberangkatkan dari Tanjung Priok menuju NTT.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla turun langsung ke Flores untuk memimpin operasi kemanusiaan bagi para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersamaan dengan itu, satu kapal bermuatan besar diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju wilayah terdampak, dan distribusi bantuan kepada warga sudah mulai berjalan.
Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said menyampaikan hal tersebut di Yogyakarta, Sabtu. Ia menjelaskan bahwa relawan PMI dari seluruh penjuru Indonesia telah dikerahkan ke lokasi bencana. Paket bantuan yang dikirimkan mencakup kebutuhan dasar perempuan dan bayi, makanan siap saji, serta perlengkapan sanitasi. Ke depan, PMI juga berencana mengirimkan peralatan pemulihan seperti cangkul dan sekop untuk mendukung proses rekonstruksi pascabencana.
Sudirman mengingatkan seluruh relawan di lapangan agar selalu mendahulukan keselamatan diri dalam setiap penugasan, termasuk saat menghadapi risiko kebakaran hutan. Menurutnya, relawan yang tidak selamat tidak akan mampu membantu orang lain, sehingga setiap ancaman terhadap keselamatan harus dihindari dan penanganan tetap dilakukan secara koordinatif bersama instansi terkait.
Ia menegaskan bahwa PMI berkomitmen hadir di setiap jenis bencana berdasarkan prinsip kesemestaan organisasi. PMI, kata dia, mencakup empat bidang kerja utama yakni donor darah, kebencanaan, kemanusiaan, serta bantuan bagi korban konflik. Dengan cakupan itu, PMI menyatakan siap diturunkan ke mana pun bencana terjadi, termasuk kebakaran.
Dukungan untuk NTT juga datang dari PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mengirimkan bantuan obat-obatan sesuai kebutuhan dan permintaan khusus dari PMI Manggarai, NTT. Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menyebutkan bahwa meski turut membantu ke luar daerah, PMI DIY tetap menjalankan pelayanan lokal dengan mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di wilayah DIY.
Prabukusumo memperkirakan penanganan kekeringan di DIY akan berlangsung hingga Desember, dengan mengerahkan seluruh armada tangki air bersih yang tersedia. Dari sembilan unit tangki yang dimiliki, tujuh unit saat ini beroperasi aktif — satu unit rusak dan satu lainnya masih tertinggal di Aceh. Ia mengajak masyarakat DIY untuk turut berdonasi demi mendukung kelangsungan operasional PMI, mengingat lembaga ini sangat bergantung pada partisipasi publik.
Tag: PMI, bencana NTT, Jusuf Kalla, bantuan logistik, Flores