Tiga Kekuatan Anti-Barat Bertemu di Bishkek: Putin, Xi, dan Pezeshkian Hadiri KTT SCO
2026-08-30 06:08 WIB · aindari · 👁 329 dibaca

Pemimpin Rusia, China, dan Iran berkumpul di Kyrgyzstan dalam forum Organisasi Kerja Sama Shanghai, memunculkan pertanyaan soal pergeseran peta geopolitik global.
Tiga nama besar yang selama ini kerap berseberangan dengan Washington hadir dalam satu forum: Vladimir Putin, Xi Jinping, dan Masoud Pezeshkian. Ketiganya bertemu di Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan, dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Pertemuan ini bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Di tengah tekanan Amerika Serikat yang terus menghantam ketiga negara — melalui sanksi, tarif, maupun isolasi diplomatik — kehadiran simultan Putin, Xi, dan Pezeshkian dalam satu panggung menjadi sinyal yang sulit diabaikan oleh komunitas internasional.
Rusia saat ini menanggung beban sanksi Barat yang dijatuhkan menyusul invasi ke Ukraina. Iran sudah lama hidup di bawah tekanan embargo ekonomi terkait program nuklirnya. Sementara China menghadapi perang dagang dan persaingan teknologi yang kian sengit dengan Amerika Serikat. Kesamaan posisi inilah yang menjadi perekat tidak resmi di antara ketiga negara tersebut.
Di sela KTT, Putin dan Pezeshkian dilaporkan menggelar pertemuan bilateral tersendiri. Ini menandai salah satu kontak langsung pertama antara pemimpin Rusia dan presiden Iran yang baru, Pezeshkian, yang menjabat menggantikan Ebrahim Raisi. Isi pembicaraan keduanya belum diungkap secara rinci, namun pertemuan semacam ini lazimnya membahas kerja sama ekonomi, energi, serta koordinasi sikap terhadap tekanan eksternal.
SCO sendiri adalah blok yang awalnya dibentuk untuk mengelola keamanan kawasan Asia Tengah, namun kini berkembang menjadi forum yang lebih luas dengan anggota dan mitra dialog dari berbagai penjuru dunia. Keberadaan Rusia, China, dan Iran dalam satu wadah memperkuat narasi bahwa sebagian negara besar dunia tengah membangun poros alternatif di luar tatanan yang selama ini dipimpin Barat.
Sekretaris Jenderal SCO juga memberikan wawancara eksklusif kepada media internasional di sela pertemuan, menegaskan relevansi organisasi ini di tengah dinamika geopolitik yang berubah cepat. Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa kesamaan kepentingan melawan tekanan AS belum tentu berarti ketiga negara memiliki visi yang sepenuhnya selaras dalam jangka panjang.
Pertemuan Bishkek ini setidaknya memperkuat sentimen bahwa tatanan dunia sedang dalam proses penataan ulang — seberapa jauh pergeseran itu akan berlangsung, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Tag: SCO, Putin, Xi Jinping, Iran, Geopolitik