Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Klaim Kuasai Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Tanpa Biaya

2026-08-30 07:01 WIB · aindari · 👁 740 dibaca

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengambilalihan kendali atas sebagian cadangan minyak Venezuela, yang diklaim mampu menggandakan cadangan minyak Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya kini mengendalikan sebagian cadangan minyak Venezuela — sebuah langkah yang ia klaim dilakukan tanpa biaya dan berpotensi menggandakan total cadangan minyak AS. Pengumuman ini menjadi salah satu manuver geopolitik paling berani dalam kebijakan energi pemerintahannya.

Menurut Trump, kesepakatan ini memberi AS akses terhadap sekitar 65 miliar barel minyak Venezuela. Jika angka tersebut akurat, perolehan ini akan menjadi tambahan cadangan yang sangat signifikan bagi Amerika Serikat, mengingat Venezuela dikenal memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.

Pengumuman ini muncul sekitar delapan bulan setelah pemerintahan Trump mengklaim keberhasilan dalam menggulingkan rezim Nicolás Maduro. Rangkaian peristiwa itu tampaknya membuka jalan bagi Washington untuk menegosiasikan akses atas sumber daya energi Venezuela, meski detail resmi perjanjian tersebut belum sepenuhnya diungkap ke publik.

Trump menyebut kesepakatan ini sebagai pencapaian besar dalam strategi energi nasional AS. Ia memposisikan langkah ini bukan sebagai ekspansi militer ke Timur Tengah, melainkan sebagai penguasaan cadangan minyak raksasa di kawasan Amerika Latin — sebuah framing yang secara retoris membedakan pendekatannya dari kebijakan luar negeri AS sebelumnya.

Di pasar global, harga minyak dunia justru turun ke kisaran 89 dolar AS per barel, memutus tren kenaikan yang berlangsung selama dua pekan terakhir. Penurunan ini bisa mencerminkan berbagai sentimen pasar, termasuk kemungkinan meningkatnya pasokan minyak jika akses AS ke cadangan Venezuela benar-benar terealisasi secara operasional — meski dampak jangka panjangnya masih bergantung pada implementasi di lapangan.

Sejumlah pertanyaan besar masih menggantung: bagaimana mekanisme hukum dan operasional pengambilalihan ini, siapa yang akan mengelola infrastruktur produksi di Venezuela, dan bagaimana respons komunitas internasional terhadap klaim kedaulatan energi semacam ini. Reaksi dari negara-negara penghasil minyak lain maupun lembaga internasional belum tercatat secara resmi dalam pemberitaan yang ada.

Langkah Trump ini menandai babak baru dalam hubungan AS–Venezuela sekaligus dalam peta geopolitik energi global. Apakah klaim penguasaan 65 miliar barel itu akan bertahan sebagai kenyataan operasional atau sekadar pernyataan politik, masih menjadi pertanyaan yang akan dijawab oleh perkembangan berikutnya.

Tag: Venezuela, Donald Trump, minyak bumi, geopolitik energi, kebijakan luar negeri AS