IRGC Ancam Balas Serangan AS di Pulau Larak, Klaim Korban Jiwa dan Luka-luka
2026-08-31 09:01 WIB · aindari · 👁 499 dibaca

Garda Revolusi Islam Iran bersumpah membalas serangan yang diklaim dilakukan Amerika Serikat di Pulau Larak, Selat Hormuz, yang menewaskan sejumlah pejuang dan warga.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan adanya serangan terhadap Pulau Larak di provinsi Hormozgan, Iran selatan, yang diklaim menewaskan dan melukai sejumlah pejuang serta warga sipil di pulau tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (30/8), departemen hubungan masyarakat IRGC secara langsung menunjuk Amerika Serikat sebagai pelaku serangan. IRGC menyebut tindakan itu sebagai agresi yang disengaja dan bersumpah akan memberikan balasan serta hukuman kepada pihak yang bertanggung jawab.
Pernyataan IRGC menggunakan bahasa yang keras, menyebut AS dan sekutunya sebagai pihak yang didorong oleh ketidakmampuan menyelesaikan persoalan internal serta merosotnya kredibilitas mereka di kawasan. Menurut IRGC, serangan ke Pulau Larak merupakan bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali pengaruh yang mereka sebut sebagai peran jahat di Timur Tengah.
Sebelum pernyataan resmi itu keluar, sejumlah laporan awal dari Iran sudah beredar. Kantor berita Fars menyebutkan warga setempat mendengar suara ledakan di sekitar Pulau Larak, meski lokasi dan penyebab pastinya belum dapat dikonfirmasi pada tahap awal. Kantor berita Tasnim kemudian menambahkan bahwa indikasi awal mengarah pada serangan menggunakan drone yang menargetkan lokasi tertentu di pulau itu.
Dari sisi Amerika Serikat, laporan media AS menyebut pasukan mereka memang menyerang pulau tersebut. Alasannya, pasukan yang terlihat di Pulau Larak tengah bersiap meluncurkan roket pembawa ranjau ke arah Selat Hormuz — salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia untuk lalu lintas minyak global.
Insiden ini bukan yang pertama dalam rangkaian konfrontasi langsung antara kedua negara belakangan ini. Sebelumnya, AS juga pernah menyerang peluncur rudal milik Iran dalam operasi yang ditandai sebagai serangan pertama sejak Juli, sementara Iran di sisi lain pernah menyerang posisi pasukan Amerika di Yordania.
Eskalasi di sekitar Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran lebih luas mengingat pentingnya jalur itu bagi pasokan energi global. Ancaman balasan dari IRGC menambah ketidakpastian di kawasan dan berpotensi mempengaruhi stabilitas geopolitik serta sentimen pasar energi internasional dalam waktu dekat.
Tag: Iran, IRGC, Amerika Serikat, Pulau Larak, Selat Hormuz