Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Palestina Desak Tindakan Konkret Dunia Internasional Hentikan Pengepungan Al-Mughayyir

2026-08-30 14:00 WIB · aindari · 👁 570 dibaca

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut Israel telah mengepung kota Al-Mughayyir di Tepi Barat selama 20 hari, membatasi pergerakan warga dan menghalangi akses ambulans.

Pemerintah Palestina mendesak komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk menghentikan eskalasi kekerasan di Tepi Barat, menyusul pengepungan berkepanjangan yang dilakukan pasukan Israel dan pemukim ilegal terhadap kota Al-Mughayyir di timur laut Ramallah.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (29/8), Kementerian Luar Negeri Palestina mengungkapkan bahwa Al-Mughayyir telah berada di bawah apa yang mereka sebut sebagai "pengepungan yang mencekik" selama dua puluh hari terakhir. Israel menutup seluruh akses masuk ke kota tersebut dan hanya memberi celah dua jam sehari bagi warga untuk keluar atau berpindah tempat.

Tak hanya membatasi mobilitas warga sipil, Israel juga disebut melarang ambulans memasuki kota di tengah serangan yang dinilai membabi buta terhadap penduduk setempat. Sehari sebelum pernyataan itu dirilis, tepatnya Jumat (28/8), tiga warga Palestina dilaporkan terluka akibat serangan pemukim di Al-Mughayyir. Dalam insiden yang sama, pasukan Israel dan pemukim menahan ambulans yang hendak mengangkut para korban.

Kementerian Luar Negeri Palestina menegaskan bahwa serangkaian tindakan tersebut bukan kejadian sporadis, melainkan bagian dari kebijakan sistematis untuk mengisolasi kota secara militer dan ekonomi, sekaligus memaksa penduduknya meninggalkan wilayah itu. Mereka menyebut pola ini sebagai upaya terencana untuk menciptakan kondisi teror, pembunuhan, dan pengungsian paksa guna mengubah realitas di lapangan.

Merespons situasi itu, Palestina menyerukan agar negara-negara di dunia tidak berhenti pada kecaman verbal semata. Mereka meminta langkah konkret berupa tekanan politik, hukum, dan ekonomi yang bersifat preventif, termasuk pemberian perlindungan internasional bagi rakyat Palestina. Kementerian juga mendorong pengaktifan yurisdiksi internasional untuk mengadili para pelaku pelanggaran, pemblokiran produk dari permukiman ilegal di pasar global, serta penuntutan pertanggungjawaban pihak-pihak yang memasok senjata, dana, maupun dukungan kepada para pemukim.

Eskalasi di Tepi Barat ini berlangsung dalam konteks yang lebih luas. Sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023, serangan militer Israel maupun aksi kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dilaporkan terus meningkat. Al-Mughayyir menjadi salah satu titik yang paling terdampak dari tren eskalasi tersebut.

Tag: Palestina, Tepi Barat, Al-Mughayyir, Israel, Pengepungan