Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Peringatkan Balasan Tegas Usai AS Serang Pulau Larak, Pezeshkian: Kami Tak Cari Perang

2026-08-31 16:01 WIB · aindari · 👁 691 dibaca

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tidak menginginkan perang, namun menegaskan akan merespons setiap serangan dengan keras.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara untuk pertama kalinya pada Senin setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke Pulau Larak, Iran, pada Minggu (30/8). Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Fars, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak berniat memulai perang, namun tidak akan membiarkan agresi dari pihak mana pun berlalu tanpa respons.

Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan akan dibalas secara tegas. Ia juga menekankan bahwa ketidakstabilan dan kekacauan di kawasan Timur Tengah tidak akan menguntungkan siapa pun, dan justru akan menjadi beban bagi semua pihak yang terlibat maupun yang berada di sekitarnya.

Serangan AS pada Minggu itu menargetkan dua peluncur rudal milik Iran yang berlokasi di Pulau Larak. Menurut seorang pejabat AS kepada media Axios, operasi tersebut dilakukan karena sistem peluncur itu diduga tengah dipersiapkan untuk menembakkan roket bermuatan ranjau laut ke arah Selat Hormuz — jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global. Serangan ini disebut sebagai yang pertama dilakukan AS di wilayah Iran sejak akhir Juli.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa berdasarkan informasi awal, serangan tersebut dilakukan menggunakan drone. Sementara itu, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi adanya korban jiwa dan luka-luka di pihak mereka, baik dari kalangan pejuang maupun warga sipil. IRGC turut bersumpah akan memberikan pembalasan atas insiden tersebut.

Ketegangan ini menambah panjang daftar konfrontasi antara Washington dan Teheran di kawasan yang sudah lama bergolak. Selat Hormuz, yang menjadi titik fokus insiden ini, merupakan salah satu jalur maritim paling vital di dunia, tempat berlalunya sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Ancaman terhadap jalur ini berpotensi memicu kekhawatiran lebih luas di pasar energi internasional.

Sejauh ini belum ada indikasi konkret mengenai bentuk atau waktu pembalasan yang dimaksud oleh Iran. Pernyataan Pezeshkian yang menyerukan stabilitas kawasan sekaligus mempertahankan nada peringatan mencerminkan posisi diplomatik yang berada di antara dua kutub: menghindari eskalasi terbuka sambil tetap menunjukkan sikap tidak akan mundur.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Pulau Larak, Selat Hormuz, Timur Tengah