Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Sidak Sawah Karawang, Mentan Pastikan 63 Pompa Air Beroperasi di Lahan Kering

2026-08-31 17:10 WIB · aindari · 👁 667 dibaca

Menteri Pertanian turun langsung ke lapangan di Karawang untuk memverifikasi distribusi pompa air dan menilai dampak kekeringan yang melanda sekitar 30.000 hektare sawah nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke areal persawahan di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin ini. Kunjungan tanpa pemberitahuan itu dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan mesin pompanisasi yang telah disalurkan pemerintah benar-benar terpasang dan dimanfaatkan oleh petani setempat, bukan sekadar tercatat di atas kertas.

Amran menegaskan bahwa penanganan krisis kekeringan tidak bisa hanya dikelola dari meja di Jakarta. Menurutnya, pejabat harus melihat kondisi nyata di lapangan secara langsung, termasuk memastikan lahan yang mengalami kekurangan air sudah mendapat pasokan dari pompa yang didistribusikan. Ia menyatakan perdebatan dalam rapat tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi petani di musim kemarau ini.

Sebelum sidak ini, Pemerintah Kabupaten Karawang telah menyalurkan 63 unit pompa air dari Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani sebagai respons terhadap ancaman kekeringan. Amran mengaku puas setelah memverifikasi bahwa pompa-pompa tersebut memang sudah terpasang di lokasi yang membutuhkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum atas dukungan dalam penanganan ini.

Secara nasional, dampak kekeringan saat ini telah terpetakan di sekitar 30.000 hektare lahan sawah dari total luas tanam sekitar 11 juta hektare, tersebar di berbagai wilayah di Jawa maupun luar Jawa. Sebagai respons, pemerintah menyiapkan puluhan ribu unit pompa air di seluruh wilayah terdampak, ditambah bantuan alat dan mesin pertanian lain seperti alat panen dan traktor.

Khusus di wilayah Karawang yang dikunjungi, terdapat sekitar 3.000 hektare lahan yang dinilai berpotensi ditingkatkan produktivitasnya melalui program pompanisasi. Amran menghitung, jika lahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 7 ton gabah per hektare dengan asumsi harga Rp6.500 per kilogram, tambahan pendapatan yang bisa diraih petani setempat mencapai sekitar Rp136 miliar.

Amran menyatakan optimisme bahwa produktivitas padi di Karawang — yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional — masih dapat ditingkatkan meski musim kemarau berlangsung. Ia menilai kondisi kekeringan yang terjadi saat ini tidak akan mengganggu produksi secara signifikan, asalkan penanganan di lapangan berjalan sesuai rencana.

Tag: kekeringan, pompanisasi, Karawang, lahan sawah, Kementerian Pertanian