DPR Restui Anggaran ESDM Rp27,37 Triliun untuk 2027, Migas dan Ketenagalistrikan Dapat Porsi Terbesar
2026-09-01 06:05 WIB · aindari · 👁 933 dibaca

Komisi XII DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian ESDM senilai Rp27,372 triliun untuk tahun anggaran 2027 dalam rapat kerja di Senayan.
Komisi XII DPR RI resmi memberikan persetujuan atas usulan anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp27,372 triliun untuk tahun anggaran 2027. Keputusan itu diambil dalam rapat kerja yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin, dengan dihadiri Wakil Menteri ESDM Yuliot.
Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng menyatakan persetujuan tersebut secara langsung dalam forum rapat, menyebut angka pasti sebesar Rp27.372.845.631.000. Anggaran itu kemudian dibagi ke sejumlah unit kerja di bawah Kementerian ESDM sesuai fungsi dan program masing-masing.
Dari total anggaran yang disetujui, tiga unit mendapat porsi terbesar. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi memperoleh alokasi tertinggi sebesar Rp11,34 triliun, yang akan digunakan antara lain untuk pembangunan jaringan gas dan pengadaan konverter kit bagi petani. Di urutan kedua, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mendapat Rp10,4 triliun guna mendanai program listrik desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik. Sementara Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menempati posisi ketiga dengan anggaran Rp1,815 triliun, mencakup program pembangkit listrik tenaga mikro hidro, konversi motor listrik, dan konversi kompor listrik.
Unit-unit lain turut mendapat alokasi dalam jumlah yang lebih kecil. Sekretariat Jenderal memperoleh Rp537,9 miliar, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM sebesar Rp874,9 miliar, Badan Geologi Rp774,8 miliar, serta BPH Migas Rp474,4 miliar. Adapun Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mendapat Rp702,53 miliar, Inspektorat Jenderal Rp122,46 miliar, Ditjen Penegakan Hukum ESDM Rp89,38 miliar, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar, dan BPMA Rp109,34 miliar.
Merespons persetujuan tersebut, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen kementeriannya untuk memenuhi berbagai target yang tercantum dalam APBN 2027. Salah satu target yang ia sebut adalah peningkatan lifting minyak bumi menjadi 612.500 barel per hari, naik dari target tahun 2026 sebesar 610.000 barel per hari.
Yuliot juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas ketersediaan energi dan memperkuat infrastruktur kelistrikan agar seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati aliran listrik. Ia menyatakan bahwa Kementerian ESDM akan berupaya menjaga seluruh indikator yang telah ditetapkan dalam kerangka anggaran negara.
Tag: ESDM, DPR RI, anggaran 2027, energi, lifting minyak