Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Survei Poltracking: Lebih dari Separuh Publik Puas dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ekonomi Jadi Catatan Merah

2026-09-01 06:09 WIB · aindari · 👁 516 dibaca

Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat 55,1 persen dalam survei Poltracking Indonesia, meski sektor ekonomi masih menjadi kelemahan yang disorot.

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil jajak pendapat terbaru yang mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, sebanyak 55,1 persen responden menyatakan puas dengan jalannya pemerintahan saat ini.

Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas tipis publik memberikan penilaian positif, sementara sebagian lainnya belum merasa terpuaskan. Poltracking juga mencatat bahwa mayoritas masyarakat menyatakan masih menaruh kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sebuah modal sosial yang penting bagi keberlangsungan agenda pemerintah ke depan.

Namun di balik angka kepuasan itu, survei yang sama menyoroti sektor ekonomi sebagai rapor merah pemerintah. Kondisi perekonomian menjadi bidang yang dinilai paling lemah kinerjanya oleh responden, mencerminkan kekhawatiran publik yang belum mereda terhadap daya beli, lapangan kerja, atau stabilitas harga — meskipun detail indikator spesifik tidak dirinci dalam ringkasan yang tersedia.

Di sisi lain, survei dari lembaga Median turut memperkuat gambaran ini dari sudut yang berbeda. Median melaporkan bahwa mayoritas publik juga menyatakan puas dengan kinerja Prabowo, sekaligus menempatkan elektabilitas Prabowo pada posisi tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain yang diukur dalam survei tersebut. Dua hasil survei dari dua lembaga berbeda yang menunjukkan arah serupa dapat memperkuat validitas temuan ini.

Dalam konteks terpisah, nama Qodari — yang dikenal sebagai pengamat politik sekaligus tokoh yang terlibat dalam Badan Komunikasi (Bakom) — merespons kritik soal kinerja lembaga tersebut. Qodari menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang memberikan catatan, dalam nada yang mengindikasikan adanya perdebatan publik mengenai efektivitas Bakom di bawah pemerintahan ini.

Hasil survei semacam ini lazim dijadikan barometer awal bagi pemerintah untuk mengevaluasi prioritas kebijakan. Dengan ekonomi yang masih menjadi titik lemah, tekanan untuk menunjukkan hasil nyata di sektor tersebut kemungkinan akan semakin besar, terutama menjelang berbagai agenda legislatif dan fiskal yang tengah berjalan.

Secara keseluruhan, angka 55,1 persen kepuasan publik memberi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki basis dukungan yang cukup solid di awal masa jabatan, tetapi ruang untuk perbaikan — khususnya di bidang ekonomi — tetap terbuka lebar dan menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.

Tag: Prabowo-Gibran, survei kepuasan publik, Poltracking Indonesia, ekonomi, politik Indonesia