Dokter Anak: Waspadai Sakit Perut yang Berpindah ke Kanan Bawah, Bisa Jadi Usus Buntu
2026-09-01 17:15 WIB · aindari · 👁 910 dibaca

IDAI mengingatkan orang tua agar tidak meremehkan sakit perut pada anak, terutama bila disertai gejala khas yang mengarah pada appendisitis.
Sakit perut pada anak kerap dianggap keluhan sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius, termasuk usus buntu atau appendisitis akut. Dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K), mengingatkan orang tua untuk lebih cermat membaca perubahan gejala yang dialami anak.
Dalam seminar daring IDAI yang digelar Selasa, Himawan menjelaskan pola klasik usus buntu pada anak yang lebih besar, remaja, maupun orang dewasa. Biasanya diawali dengan hilangnya nafsu makan, lalu muncul nyeri di sekitar pusar atau ulu hati. Setelah itu, pasien umumnya mengalami muntah, dan rasa sakit kemudian berpindah ke perut kanan bawah — lokasi anatomis usus buntu berada.
Namun, Himawan menegaskan bahwa tidak semua kasus appendisitis mengikuti urutan tersebut. Gejalanya bisa menyerupai kondisi lain seperti gastroenteritis, sembelit, atau infeksi saluran kemih, sehingga orang tua maupun tenaga medis perlu lebih waspada dalam membedakannya.
Ada sejumlah tanda bahaya yang harus segera diperhatikan. Nyeri yang terus memburuk, terutama di perut kanan bawah, rasa sakit yang semakin parah saat anak berjalan, bergerak, atau meloncat, serta muntah yang muncul setelah nyeri perut timbul, semuanya patut diwaspadai. Demam yang menyertai sakit perut juga menjadi sinyal peringatan tersendiri.
Himawan juga menekankan bahwa reaksi anak yang kesakitan saat perutnya disentuh atau ditekan ringan tidak boleh diabaikan begitu saja. Respons tersebut bukan sekadar sikap berlebihan, melainkan bisa mencerminkan kondisi medis yang nyata dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Menurut Himawan, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter apabila nyeri perut terus memburuk, anak menunjuk perut kanan bawah sebagai pusat rasa sakit, keluhan bertambah saat bergerak, disertai muntah, atau anak tampak sangat lemas, cenderung tidur, dan merintih kesakitan. Kombinasi gejala-gejala ini meningkatkan kemungkinan bahwa penyebabnya adalah usus buntu.
Penanganan yang terlambat pada kasus appendisitis dapat memicu komplikasi serius. Oleh karena itu, kecepatan orang tua dalam mengenali tanda bahaya dan membawa anak ke fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam mencegah kondisi yang lebih parah.
Tag: usus buntu, kesehatan anak, appendisitis, IDAI, sakit perut