1.299 Titik Panas Kepung Kalimantan Selatan, Seluruh Wilayah Masuk Zona Sangat Mudah Terbakar
2026-09-02 11:31 WIB · aindari · 👁 397 dibaca

BMKG mencatat ribuan titik panas menyebar di 12 kabupaten dan kota Kalsel, dengan Kabupaten Banjar menjadi wilayah paling terdampak.
Kalimantan Selatan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi total 1.299 titik panas yang tersebar di provinsi tersebut pada Rabu, berdasarkan hasil pemantauan satelit pukul 07.00 WITA. Hanya Kota Banjarmasin yang tidak ditemukan titik panas, sementara 12 kabupaten dan kota lainnya semuanya terdampak.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru, Adhitya Prakoso, merinci bahwa dari total titik panas tersebut, sebanyak 993 titik masuk kategori kepercayaan sedang, 231 titik kategori rendah, dan 75 titik kategori tinggi. Klasifikasi tingkat kepercayaan ini mencerminkan seberapa akurat deteksi satelit dalam mengidentifikasi potensi kebakaran aktual di lapangan.
Kabupaten Banjar mencatatkan jumlah titik panas tertinggi dengan 286 titik, terdiri dari 25 titik berkepercayaan tinggi, 220 titik sedang, dan 41 titik rendah. Posisi kedua ditempati Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan 254 titik, diikuti Kabupaten Barito Kuala di urutan ketiga dengan 179 titik. Kabupaten Tapin menyusul dengan 149 titik, dan Hulu Sungai Utara mencatat 120 titik.
Wilayah lain turut menyumbang angka signifikan: Tanah Laut 73 titik, Tanah Bumbu 63 titik, Kota Banjarbaru 59 titik, Hulu Sungai Tengah 49 titik, Kotabaru 34 titik, Balangan 26 titik, dan Tabalong tujuh titik. Persebaran yang merata di hampir seluruh wilayah administratif ini menunjukkan betapa luasnya cakupan ancaman karhutla saat ini.
Yang memperparah situasi adalah kondisi Fire Weather Index pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran BMKG yang menampilkan warna merah di seluruh wilayah Kalimantan Selatan — penanda bahwa potensi kebakaran berada pada kategori sangat tinggi atau sangat mudah terbakar. Adhitya menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh kekeringan ekstrem yang melanda vegetasi seperti semak belukar, serasah kering, dan lapisan gambut di sebagian besar wilayah Kalsel.
Kombinasi antara bahan bakar alami yang sangat kering dan indeks cuaca kebakaran yang berada di level tertinggi menjadikan wilayah ini rentan tersulut api. Sekali kebakaran terjadi, penyebarannya berpotensi berlangsung cepat dan sulit dikendalikan, terutama di kawasan bergambut yang dikenal memiliki karakteristik api bawah tanah yang sukar dipadamkan.
Tag: Kalimantan Selatan, karhutla, BMKG, titik panas, kebakaran hutan