Desa Adat Sade Dibangun Ulang, Pemerintah Kejar Target Selesai Sebelum MotoGP Mandalika
2026-08-30 17:07 WIB · aindari · 👁 365 dibaca

Pascakebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Lombok, pemerintah bergerak cepat memulihkan kawasan wisata budaya itu dengan target rampung sebelum gelaran MotoGP Mandalika.
Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kini tengah dalam proses pembangunan kembali setelah sebelumnya mengalami musibah kebakaran. Pemerintah menetapkan target pemulihan kawasan wisata budaya tersebut harus tuntas sebelum penyelenggaraan MotoGP Mandalika, menjadikan agenda balap motor internasional itu sebagai tenggat waktu pemugaran.
Menteri Pariwisata turun langsung mengawal proses pemulihan Desa Adat Sade. Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa rekonstruksi harus tetap menjaga kearifan lokal yang selama ini menjadi daya tarik utama desa tersebut, sehingga pembangunan kembali tidak sekadar mengejar kecepatan, melainkan juga mempertahankan nilai budaya yang melekat pada setiap sudut desa.
Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di NTB yang dihuni oleh Suku Sasak. Desa ini dikenal dengan rumah-rumah tradisional beratap ilalang dan lantai yang dipoles dengan kotoran kerbau, serta berbagai tradisi lokal yang masih dipertahankan oleh warganya. Keberadaannya menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata di kawasan Lombok Tengah, tidak jauh dari Sirkuit Mandalika.
Pascakebakaran, perhatian tidak hanya tertuju pada fisik bangunan. Pemulihan warga dan anak-anak yang terdampak juga menjadi prioritas, mengingat kebakaran tidak hanya menghancurkan hunian tetapi juga mengguncang kehidupan sehari-hari komunitas adat yang tinggal di sana. Upaya pemulihan psikososial bagi warga, khususnya anak-anak, disebut menjadi bagian dari respons pascabencana.
Dalam konteks yang lebih luas, kebangkitan Sade juga disandingkan dengan pemulihan destinasi budaya lain di NTB, termasuk Desa Bayan yang dikenal sebagai pusat tradisi Islam Wetu Telu. Keduanya menjadi cerminan bagaimana NTB berupaya mempertahankan warisan budayanya di tengah tekanan pembangunan pariwisata yang terus berkembang.
Target penyelesaian sebelum MotoGP Mandalika mencerminkan betapa eratnya keterkaitan antara pariwisata olahraga dan pariwisata budaya di NTB. Kehadiran ribuan penonton dan wisatawan mancanegara saat balapan berlangsung dinilai sebagai momentum strategis untuk menampilkan kembali Sade sebagai destinasi yang telah pulih dan siap dikunjungi.
Proses rekonstruksi Desa Adat Sade menjadi ujian bagi pemerintah dalam menyeimbangkan kecepatan pemulihan dengan keharusan menjaga autentisitas budaya lokal — dua hal yang sama pentingnya bagi keberlangsungan desa wisata yang telah lama menjadi ikon pariwisata Lombok itu.
Tag: Desa Adat Sade, MotoGP Mandalika, NTB, Pariwisata Budaya, Kebakaran Lombok