Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Sinabung Erupsi, Status Naik ke Siaga — Warga Dilarang Dekati Radius 3 Kilometer

2026-09-01 06:31 WIB · aindari · 👁 715 dibaca

Gunung Sinabung meletus Senin pagi dengan kolom abu mencapai hampir 6.000 meter, memaksa Badan Geologi menaikkan status dari Waspada ke Siaga.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali bergejolak pada Senin (31/8) pagi. Sekitar pukul 10.17 WIB, gunung tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik berwarna hitam pekat yang membumbung hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau setara dengan ketinggian sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Abu bergerak ke arah timur hingga tenggara.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter. Sebelum letusan terjadi, aktivitas kegempaan sudah menunjukkan peningkatan signifikan — sepanjang 31 Agustus tercatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik. Data kegempaan itulah yang menjadi salah satu dasar keputusan menaikkan status gunung.

Tepat pukul 12.30 WIB, Badan Geologi resmi meningkatkan status Sinabung dari Level II atau Waspada — yang berlaku sejak 17 Mei 2023 — menjadi Level III atau Siaga. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan bahwa kejadian ini merupakan erupsi awal, sehingga masih terbuka kemungkinan terjadinya aktivitas atau letusan yang lebih besar. Pemantauan akan terus dilakukan dan evaluasi status bisa dilakukan sewaktu-waktu jika ada perubahan signifikan.

Seiring naiknya status, Badan Geologi menetapkan zona bahaya yang wajib dipatuhi masyarakat. Warga, pengunjung, maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung, serta dalam radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Desa-desa yang sebelumnya telah direlokasi juga tetap tidak boleh dimasuki.

Ancaman tidak hanya datang dari abu dan lontaran material vulkanik. Kawasan di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Sinabung perlu mewaspadai potensi banjir lahar, terutama bila curah hujan tinggi. Lahar dingin yang mengalir melalui aliran sungai bisa menjadi bahaya tersendiri bagi permukiman di lembah sekitar gunung.

Badan Geologi meminta masyarakat Kabupaten Karo tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari BPBD Sumatera Utara maupun BPBD Kabupaten Karo. Warga juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait erupsi ini. Perkembangan aktivitas Sinabung dapat dipantau secara resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia serta kanal resmi PVMBG dan Badan Geologi.

Tag: Gunung Sinabung, erupsi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, status siaga