Gizi dan Trauma Anak Korban Gempa NTT Jadi Prioritas Kemen PPPA dan Danone
2026-09-03 06:10 WIB · aindari · 👁 540 dibaca

Kemen PPPA bersama Danone Indonesia turun langsung ke lokasi terdampak gempa di NTT untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi dan pemulihan trauma anak berjalan berkelanjutan.
Pemulihan anak-anak korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik semata. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Danone Indonesia menegaskan bahwa pendampingan psikososial jangka panjang sama pentingnya dengan bantuan pangan dan tempat tinggal bagi kelompok rentan yang terdampak bencana.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan bahwa proses pemulihan trauma tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu atau dua sesi. Pendampingan yang melibatkan psikolog secara berkelanjutan dinilai menjadi keharusan, bukan sekadar pelengkap respons darurat. Pernyataan ini disampaikan setelah ia mengunjungi sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai untuk memantau kondisi masyarakat secara langsung.
Rombongan kunjungan mencakup psikolog anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) periode 2021–2026, Seto Mulyadi, jajaran Kemen PPPA, pemerintah daerah, serta perwakilan Danone Indonesia. Di wilayah Labuan Bajo, tim meninjau Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, dan RSUD Komodo. Kunjungan berlanjut ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan menyambangi Posko Kabupaten Ruteng, SLB Tenda Ruteng, dan sejumlah posko warga terdampak.
Salah satu titik perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang berfungsi sebagai ruang aman sekaligus pusat pendampingan bagi perempuan dan anak selama situasi darurat berlangsung. Arifah menekankan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong yang ditunjukkan berbagai pihak merupakan modal sosial penting dalam melewati masa krisis.
Dari sisi dukungan nutrisi, Danone Indonesia menyalurkan sekitar 5.000 karton produk hidrasi dan nutrisi secara bertahap melalui berbagai mitra kepada masyarakat terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dan pemetaan kebutuhan di lapangan. General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana menyebut kontribusi perusahaan sebagai bagian kecil dari upaya kolektif, sejalan dengan semangat gotong royong yang melibatkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan dunia usaha.
Danone Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA dan berbagai mitra untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan. Komitmen ini mencakup kesiapan untuk mengambil peran sesuai kapasitas perusahaan dalam mendukung proses pemulihan pascabencana di NTT secara menyeluruh.
Tag: gempa NTT, pemulihan trauma anak, gizi anak, Kemen PPPA, Danone Indonesia