457 Kebakaran Landa Jakarta dalam Dua Bulan, Arus Pendek Jadi Penyebab Utama
2026-09-03 06:11 WIB · aindari · 👁 679 dibaca

Gubernur Pramono mengungkap ratusan insiden kebakaran melanda ibu kota sepanjang Juli–Agustus 2026, sementara sejumlah peristiwa lain turut mewarnai Jakarta pada Rabu kemarin.
Jakarta mencatat 457 kejadian kebakaran selama Juli hingga Agustus 2026, dengan sekitar 240 di antaranya terjadi pada bulan Agustus saja. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan angka tersebut saat memimpin Apel Jaga Jakarta dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Monas, Rabu (2/7). Arus pendek listrik disebut sebagai penyebab dominan dari ratusan insiden tersebut, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Masih dari hari yang sama, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan tengah berupaya mengidentifikasi seorang pria yang tewas tersengat listrik di kawasan Stasiun LRT Pancoran pada Selasa malam (1/9). Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti menyebutkan korban yang dikenal sebagai Mr. X itu memiliki ciri fisik rambut gondrong beruban, sementara kondisi wajahnya sudah tidak dapat dikenali.
Kecelakaan tunggal juga terjadi di Jakarta Pusat pada dini hari Rabu. Sebuah taksi listrik merek VinFast bernomor polisi B1015 SCX menghantam tiang cermin dan pohon di taman jalan Letjen Suprapto, Kemayoran. Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Brata Manggala menyatakan insiden itu merupakan kecelakaan tunggal yang diduga akibat kendaraan hilang kendali.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta maaf atas polemik usulan kenaikan tarif parkir yang sempat beredar. Kepala Dishub DKI Budi Awaluddin mengakui adanya kesalahan internal terkait usulan tarif parkir kendaraan roda empat hingga Rp60.000 per jam yang mencuat ke publik. Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, seraya mengaku pihaknya pun tidak mengetahui usulan itu sebelumnya masuk ke pembahasan.
Sementara itu, kabar lebih positif datang dari Kepulauan Seribu. Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi setempat menggelar pelatihan bagi pelaku usaha mikro dan binaan untuk menguasai teknik produksi minuman kekinian. Peserta dibekali keterampilan meracik berbagai minuman, mulai dari Mango Lassi, Roasted Milk Tea, Kopi Gula Aren, Bir Pletok, hingga Boba Latte dan Lemon Sereh. Program ini diharapkan memperkuat kapasitas wirausaha warga kepulauan dalam mengikuti tren pasar minuman yang terus berkembang.
Tag: kebakaran Jakarta, DKI Jakarta, Pramono Anung, kecelakaan lalu lintas, Kepulauan Seribu