Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

566 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala SPPG Minta Maaf dan Terancam Dipecat

2026-09-03 08:31 WIB · aindari · 👁 869 dibaca

Ratusan santri di Sidoarjo jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis, memicu permintaan maaf kepala SPPG sekaligus desakan pemecatan dari BGN.

Sebanyak 566 santri di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menjadi salah satu kasus keracunan massal terbesar yang melibatkan program makan siang pemerintah tersebut dan langsung menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari lembaga pengelola hingga anggota DPR.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi makanan di wilayah tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku menyesal atas kejadian yang menimpa ratusan santri itu. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan publik yang semakin besar terhadap pengelolaan program MBG di lapangan.

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons cepat dengan menjatuhkan sanksi suspensi terhadap SPPG terkait. Tidak berhenti di situ, BGN juga disebut meminta agar kepala SPPG tersebut dipecat menyusul insiden keracunan yang melibatkan lebih dari 500 orang. Langkah ini mencerminkan keseriusan lembaga dalam menindak kelalaian yang berdampak pada keselamatan penerima manfaat program.

Dari sisi politik, Komisi X DPR turut angkat bicara. Para anggota dewan meminta BGN segera memperbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi dan pengolahan makanan dalam program MBG, mengingat jumlah korban yang terus bertambah hingga menembus angka 512 orang sebelum akhirnya tercatat 566 korban. Perbaikan SOP dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.

Sementara itu, dukungan moral bagi para korban juga berdatangan. Ning Lia, tokoh yang dikenal di lingkungan pesantren, dilaporkan terbang langsung ke Sidoarjo untuk memberikan penguatan mental kepada ratusan santri yang terdampak. Kehadirannya menjadi bentuk respons dari komunitas terhadap trauma yang dialami para korban, khususnya kalangan santri yang tinggal di lingkungan pondok pesantren.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam rantai distribusi dan pengolahan makanan pada program pemerintah berskala besar seperti MBG. Dengan jumlah penerima manfaat yang sangat banyak, satu titik kelalaian dapat berdampak luas dan membahayakan kesehatan publik. BGN kini menghadapi tekanan untuk memastikan standar keamanan pangan ditegakkan secara konsisten di seluruh SPPG yang beroperasi di Indonesia.

Tag: Keracunan MBG, Makan Bergizi Gratis, Sidoarjo, BGN, Kesehatan Santri