Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Satu dari Sepuluh Siswa Pernah Mencoba Bunuh Diri, Kemenkes Desak Deteksi Dini

2026-09-04 17:03 WIB · aindari · 👁 379 dibaca

Data survei kesehatan global mencatat lonjakan tajam percobaan bunuh diri di kalangan pelajar Indonesia dalam delapan tahun terakhir.

Angka percobaan bunuh diri di kalangan pelajar Indonesia meningkat drastis. Berdasarkan data Global School-Based Student Health Survey yang disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, proporsi siswa yang pernah mencoba mengakhiri hidupnya melonjak dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023 — kenaikan sekitar 2,7 kali lipat dalam rentang delapan tahun.

Dante menyampaikan hal itu di Jakarta, Jumat. Ia menegaskan bahwa kelompok usia 11 hingga 17 tahun termasuk yang paling rentan. Dengan kata lain, satu dari setiap sepuluh siswa kini pernah melakukan percobaan bunuh diri — angka yang jauh melampaui mereka yang benar-benar meninggal akibat tindakan tersebut. Dante mengibaratkan fenomena ini sebagai gunung es: kasus yang tampak ke permukaan hanyalah sebagian kecil dari persoalan kesehatan jiwa yang sesungguhnya terjadi di masyarakat.

Menurut Dante, gangguan jiwa menempati urutan kedua sebagai faktor yang paling memengaruhi kualitas hidup, setelah gangguan otot dan rangka. Secara global, satu dari tujuh orang hidup dengan kondisi kejiwaan tertentu, dan gangguan ini tidak selalu tampak secara fisik. Ia mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan yang berlangsung konsisten selama minimal dua minggu, mencakup gangguan tidur, perubahan berat badan, mudah tersinggung, kecemasan berlebihan, sulit berkonsentrasi, serta perubahan pola bicara dan aktivitas sehari-hari.

Untuk memperkuat respons terhadap krisis ini, Kementerian Kesehatan telah mengintegrasikan skrining kesehatan jiwa ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk kuesioner yang dapat diakses melalui platform Satu Sehat. Dante juga menekankan bahwa upaya pencegahan idealnya dimulai jauh lebih awal, bahkan sejak masa kehamilan dan nifas. Selain jalur preventif, Kemenkes menyediakan layanan Healing119 yang bisa dihubungi melalui nomor 119 ekstensi 8 bagi mereka yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Dante mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu menunggu seseorang berada dalam kondisi krisis untuk bertindak. Ia menyarankan empat langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja di sekitar orang yang diduga mengalami gangguan jiwa: bertanya, mendengarkan, menemani, dan menghubungkan dengan keluarga atau tenaga profesional. Peran aktif lingkungan terdekat, tegasnya, bisa menjadi penentu dalam mencegah kondisi yang lebih buruk.

Tag: kesehatan mental, bunuh diri remaja, pelajar, Kementerian Kesehatan, deteksi dini