Desa Kahala Kukar Bawa Enam Inovasi ke Panggung Lomba Stunting Nasional
2026-09-04 06:06 WIB · aindari · 👁 723 dibaca

Setelah meraih juara pertama tingkat provinsi, Desa Kahala di Kutai Kartanegara kini disiapkan mewakili Kalimantan Timur dalam lomba mitigasi stunting nasional dengan program unggulan Kahala Ceria.
Desa Kahala, yang terletak di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, dipilih Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk maju ke ajang lomba desa mitigasi stunting tingkat nasional. Kepercayaan itu bukan tanpa alasan — desa ini sebelumnya telah merebut posisi pertama dalam Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan, Pencegahan, dan Penanganan Stunting tingkat Provinsi Kaltim 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Siti Sugiyanti, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mempersiapkan segala kebutuhan teknis maupun jadwal penilaian untuk kompetisi nasional tahun ini.
Di lapangan, upaya Desa Kahala sudah menunjukkan hasil nyata. Dari 25 anak yang tercatat berisiko stunting pada 2025 — termasuk dua anak yang sudah masuk kategori stunting — seluruhnya mendapat penanganan rutin dan pemberian makanan tambahan. Kondisi mereka dilaporkan terus membaik, dengan berat badan yang menunjukkan peningkatan.
Kunci keberhasilan desa ini terletak pada program bernama Kahala Ceria, singkatan dari Keluarga Kahala Cegah Stunting Ibu dan Anak Sehat Bahagia. Program tersebut memayungi enam inovasi sekaligus. Pertama, Inovasi Pangan Lokal yang mendorong pemanfaatan bahan pangan setempat sebagai sumber gizi keluarga, mulai dari identifikasi bahan hingga demonstrasi menu sehat. Kedua, Dapur Sehat Desa yang melatih keluarga menyiapkan makanan bergizi dan aman, termasuk edukasi kebersihan pangan.
Inovasi ketiga, Program Seluang, berfokus pada pendampingan keluarga berbasis data, koordinasi kader, serta pemantauan berkelanjutan. Keempat dan kelima adalah Posyandu Gembira serta Posyandu Kawasan Ramah Anak — keduanya dirancang agar layanan kesehatan terasa menarik dan nyaman bagi anak maupun orang tua, dengan menggabungkan penimbangan, edukasi, stimulasi, dan aktivitas bermain dalam satu tempat yang aman.
Inovasi keenam, Inovasi Terpadu Pencegahan Stunting, berfungsi sebagai koordinator menyeluruh yang menghubungkan data sasaran, layanan kesehatan, intervensi gizi, pola pengasuhan, hingga kondisi lingkungan bagi keluarga berisiko. Dengan pendekatan terpadu ini, Desa Kahala membangun sistem penanganan stunting yang tidak bergantung pada satu intervensi tunggal, melainkan pada sinergi berbagai lini sekaligus.
Tag: stunting, Desa Kahala, Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara, kesehatan anak