Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, Targetkan 20.000 Lapangan Kerja dan TKDN 60 Persen

2026-09-04 17:05 WIB · aindari · 👁 544 dibaca

Fasilitas manufaktur kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, diresmikan dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun dan ambisi menjadi basis industri NEV kawasan Asia Tenggara.

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi mengoperasikan pabrik pertamanya di Indonesia pada Kamis (3/7). Berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, fasilitas seluas sekitar 126 hektare ini menjadi pabrik ke-13 BYD secara global dan dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, disaksikan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Dalam kesempatan itu, keduanya menandatangani kap unit BYD M6 DM yang menjadi kendaraan ke-100.000 hasil produksi lokal — sebuah penanda simbolis dari pencapaian awal operasional pabrik tersebut.

Agus Gumiwang menyebut kehadiran fasilitas ini bukan sekadar penambahan kapasitas produksi kendaraan listrik, melainkan bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional. Ia berharap pabrik BYD dapat mendorong terbentuknya ekosistem industri yang lebih luas, termasuk peningkatan penggunaan komponen dalam negeri. Senada, Luhut menilai investasi ini perlu diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga kerja, penguasaan teknologi, produktivitas, serta keterlibatan industri lokal agar manfaatnya benar-benar mengakar.

Saat ini, ekosistem BYD di Indonesia diklaim telah menggandeng lebih dari 200 mitra rantai pasok dan membuka lebih dari 5.000 lapangan kerja. Angka itu ditargetkan tumbuh menjadi lebih dari 20.000 pekerjaan ketika pabrik beroperasi pada kapasitas penuh 150.000 unit per tahun. Di sisi kandungan lokal, BYD menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen tercapai pada Januari 2027. Pemerintah sendiri tengah mengkaji skema insentif yang lebih berorientasi pada peningkatan kontribusi komponen dalam negeri.

Dari sisi teknologi, pabrik Subang dirancang dengan otomatisasi tinggi dan sistem produksi cerdas terintegrasi. Proses manufakturnya mencakup tiga tahap utama — welding, painting, dan final assembly — dengan dukungan teknologi robotik untuk menjaga presisi, fleksibilitas, dan efisiensi lini produksi.

Di pasar domestik, BYD mencatat penjualan 32.800 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan pangsa pasar sekitar 35 persen. Sejak masuk ke Indonesia pada awal 2024, perusahaan mengklaim telah mengirimkan lebih dari 100.000 unit kendaraan energi baru kepada konsumen lokal, didukung jaringan penjualan dan layanan di lebih dari 100 titik lokasi.

Dengan beroperasinya pabrik Subang, BYD menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar pasar tujuan ekspor, melainkan bagian dari jaringan manufaktur global sekaligus basis pengembangan ekosistem kendaraan energi baru di Asia Tenggara. Secara global, BYD mencatat penjualan 2,6 juta unit sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan total penjualan kumulatif kendaraan energi baru mencapai 17,8 juta unit.

Tag: BYD, kendaraan listrik, pabrik Subang, industri otomotif, TKDN