Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Amran: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Program, Melainkan Keberpihakan Negara kepada Rakyat

2026-09-11 06:03 WIB · aindari · 👁 375 dibaca

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kemandirian pangan adalah benteng perlindungan rakyat dari gejolak global, sekaligus bagian dari strategi ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kemandirian pangan bukan semata urusan produksi, melainkan cerminan keberpihakan negara kepada kelompok yang paling rentan — petani dan masyarakat kecil. Pernyataan itu disampaikan Amran saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertema "KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045" di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut Amran, gejolak global yang terus berulang menjadi alasan kuat mengapa swasembada pangan harus diperkuat secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah berhasil mencapai swasembada pada sejumlah komoditas penting, namun kebijakan yang kurang berpihak pada produksi dalam negeri membuat sebagian komoditas kembali bergantung pada pasokan impor. Kondisi itulah yang kini tengah dibenahi pemerintah dengan memperkuat produksi nasional sekaligus memberikan perlindungan memadai bagi petani agar mampu bersaing.

Amran mengaitkan agenda swasembada ini dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun Indonesia mandiri dan berdaulat melalui penguatan sektor-sektor strategis. Salah satu visi konkret yang ia sampaikan adalah harapan Presiden agar setiap pulau di Indonesia kelak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, sehingga distribusi pangan lebih efisien dan tekanan inflasi dapat diredam.

Di luar pangan, Amran juga menyinggung kemandirian energi sebagai agenda yang berjalan beriringan. Pemerintah mendorong program biodiesel B50 yang memanfaatkan minyak sawit mentah (CPO) sebagai pengganti solar. Ia menyebut volume yang terlibat mencapai 5 juta ton, dan sejak Juli lalu Indonesia telah menghentikan impor solar — sebuah pencapaian yang disebutnya bersejarah sejak kemerdekaan.

Amran juga menyentuh dimensi personal dalam pidatonya. Ia mengisahkan pengalaman masa muda yang diwarnai keterbatasan ekonomi sebagai landasan moral di balik kebijakan yang ia jalankan. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap keputusan pemerintah harus dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan, bukan justru membebani kelompok miskin demi kepentingan segelintir pihak.

Soal integritas, Amran menegaskan komitmennya secara terbuka. Ia mempersilakan siapa pun mencari kelemahan dan kekurangannya sebagai pejabat publik, namun menyatakan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik korupsi. Jika terbukti melakukan korupsi, ia berjanji mundur dan siap diproses hukum pada hari yang sama.

Menutup pernyataannya, Amran mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar KAHMI, untuk mendukung agenda kemandirian pangan, energi, dan ekonomi sebagai fondasi bersama menuju Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat pada 2045.

Tag: swasembada pangan, Andi Amran Sulaiman, ketahanan pangan, biodiesel B50, kedaulatan bangsa