Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

PTPN I Pamerkan Produk Teh hingga Cerutu di Jakarta, Dorong Hilirisasi Komoditas Perkebunan

2026-09-11 17:09 WIB · aindari · 👁 686 dibaca

Lewat gerai di Hotel Bidakara, PTPN I memperkenalkan produk olahan perkebunan seperti teh Walini dan kopi Banaran langsung kepada konsumen sebagai bagian dari strategi penguatan nilai tambah komoditas.

PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I membuka gerai produk perkebunan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026). Kehadiran gerai ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat hilirisasi sekaligus memperkenalkan hasil kebun Indonesia secara langsung kepada masyarakat.

Berbagai produk ditampilkan dalam gerai tersebut, mulai dari lini teh Walini — termasuk varian Blackcurrant dan Lemon yang disajikan dingin, serta Den Malabar Black Tea Orange dalam sajian hangat — hingga teh Kaligua, kopi Banaran dan Gualpara, serta cerutu Golden Djawa dan Deli. Seluruh produk diusung dengan pesan "Dari Bumi Sendiri", mencerminkan asal usul komoditas dari perkebunan dalam negeri.

Gerai PTPN I menarik perhatian sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, sempat mengunjungi gerai dan mencicipi produk teh yang disajikan. Ia menilai cita rasa produk tersebut mencerminkan potensi besar hasil perkebunan Indonesia untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sejumlah pengunjung lain pun tercatat membeli produk Walini di tempat, memberikan gambaran langsung mengenai respons dan preferensi pasar.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa penguatan hilirisasi merupakan inti dari strategi perusahaan saat ini. Menurutnya, nilai ekonomi komoditas seperti teh, kopi, dan tembakau harus didorong lebih jauh melalui proses pengolahan dan pengembangan produk, bukan sekadar berhenti pada tahap produksi bahan baku.

Rivai menjelaskan bahwa hilirisasi yang dimaksud bukan hanya soal mengubah komoditas menjadi produk jadi, melainkan membangun ekosistem produk secara menyeluruh. Cakupannya meliputi konsistensi mutu, inovasi produk dan kemasan, penguatan merek, distribusi, hingga perluasan akses pasar. Ia menekankan bahwa hasil akhir dari proses hilirisasi adalah terciptanya nilai bersama — tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi petani, pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem perkebunan secara keseluruhan.

Melalui pendekatan ini, PTPN I berharap komoditas perkebunan dari berbagai wilayah Nusantara dapat hadir sebagai produk berkualitas dengan identitas yang kuat dan daya saing di pasar, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi seluruh rantai nilai yang terlibat — dari kebun hingga ke tangan konsumen.

Tag: PTPN I, hilirisasi perkebunan, teh Walini, kopi Banaran, komoditas perkebunan