Qodari: Negara Harus Hadir di Ruang Informasi Sebelum Diisi Narasi Lain
2026-09-12 06:07 WIB · aindari · 👁 523 dibaca

Kepala Bakom menegaskan pemerintah wajib aktif menyajikan data kepada publik agar tidak kehilangan kendali atas narasi informasi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyatakan bahwa kekosongan informasi dari pemerintah selalu akan diisi oleh pihak lain dengan versi mereka sendiri. Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara peluncuran buku berjudul "Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat.
Menurut Qodari, ruang informasi publik bersifat dinamis dan tidak pernah benar-benar kosong. Ketika pemerintah absen dalam menyampaikan data dan penjelasan, masyarakat tetap akan mencari dan menerima informasi dari sumber lain yang belum tentu akurat atau selaras dengan kebijakan negara. Kondisi ini, kata dia, semakin nyata di era media sosial dan platform video yang membuat sumber informasi menjadi sangat beragam.
Qodari menekankan bahwa perubahan lanskap komunikasi menuntut pemerintah untuk beradaptasi. Publik kini tidak lagi bergantung pada satu kanal informasi, sehingga pendekatan komunikasi yang seragam dan terpusat tidak lagi memadai. Ia menyebut penyampaian data yang konsisten menjadi syarat penting, terutama dalam situasi krisis, karena komunikasi pemerintah bukan sekadar penyebaran informasi melainkan juga bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dalam upaya membangun komunikasi yang terkoordinasi, Bakom menjalankan konferensi pers dan pembaruan informasi mengenai program prioritas pemerintah secara berkala. Qodari juga menegaskan bahwa keterbukaan komunikasi harus memberi ruang bagi media untuk mengajukan pertanyaan. Menurutnya, ukuran komunikasi pemerintah yang baik bukan seberapa sering negara berbicara, melainkan apakah negara bersedia untuk ditanya.
Qodari turut menegaskan bahwa tujuan komunikasi pemerintah bukan mencari pujian, melainkan memastikan kebijakan dan program dapat dipahami masyarakat luas. Ia berargumen bahwa sesuatu yang dipahami jauh lebih berpeluang untuk dipercaya.
Dalam kesempatan yang sama, Qodari mengapresiasi buku yang ditulis oleh Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butar-Butar bersama Marlinda Irwanti Poernomo. Ia menilai buku tersebut relevan dengan tugas Bakom sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2025, meski nama lembaga itu tidak disebut sama sekali di dalamnya. Marlinda membawa latar belakang akademik, politik, dan penyiaran, sementara Benny memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang jurnalistik, komunikasi korporasi, dan pemerintahan. Kombinasi keduanya, menurut Qodari, menghadirkan perspektif yang lengkap karena keduanya pernah berada di dua sisi meja — satu sisi ditanya, sisi lain bertanya.
Tag: Bakom, Muhammad Qodari, komunikasi pemerintah, informasi publik, juru bicara