Pasca Putus dengan UEA, Aljazair Gencar Jalin Kerja Sama Baru dengan Bangladesh, Uzbekistan, dan Oman
2026-09-12 06:11 WIB · aindari · 👁 514 dibaca

Hanya sehari setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab, Aljazair langsung bergerak memperluas jaringan ekonomi dan diplomasi regionalnya.
Aljazair bergerak cepat membangun kemitraan baru dengan sejumlah negara, hanya berselang sehari setelah pemerintahnya secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis, 10 September. Langkah ini mencerminkan upaya Aljazair untuk mengisi kekosongan diplomatik sekaligus memperkuat posisi ekonominya di tengah ketegangan yang memuncak dengan Abu Dhabi.
Di sektor energi, Menteri Minyak dan Gas Aljazair Mohamed Arkab menggelar konferensi video dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bangladesh, Iqbal Hassan Mahmood, pada hari yang sama. Pembicaraan keduanya berfokus pada kemungkinan kemitraan antara perusahaan energi negara Aljazair, Sonatrach, dengan mitra-mitra Bangladesh. Bidang yang dijajaki mencakup perdagangan gas alam cair (LNG), gas minyak cair (LPG), produk minyak bumi, serta pengembangan infrastruktur pendukungnya.
Pada hari yang sama pula, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Promosi Ekspor Aljazair Kamel Rezig bertemu secara daring dengan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan, Laziz Kudratov. Kedua pihak membahas pembentukan dewan bisnis bersama yang dirancang untuk mempererat komunikasi langsung antara pelaku usaha di kedua negara. Tujuannya adalah mendorong investasi, memperluas kemitraan, serta mendukung pelaksanaan proyek-proyek ekonomi dan komersial bersama. Kedua menteri juga bertukar pandangan soal cara mendiversifikasi volume perdagangan sesuai potensi masing-masing negara.
Selain manuver ekonomi, Aljazair juga menjaga stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Aljazair Ahmed Attaf berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al-Busaidi. Keduanya membahas isu-isu kepentingan bersama, terutama perkembangan situasi regional, dan menegaskan kembali dukungan terhadap pendekatan diplomatik untuk meredam ketegangan demi menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.
Adapun keputusan pemutusan hubungan diplomatik dengan UEA diumumkan Pemerintah Aljazair pada Kamis (10/9), sebagaimana dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu. Kementerian Luar Negeri Aljazair menyatakan bahwa pihaknya telah kehabisan langkah untuk mempertahankan hubungan bilateral tersebut. Dalam pernyataan yang disiarkan Algeria Press Service, Aljazair mengklaim selama ini telah menahan diri dan mengedepankan rasa tanggung jawab dalam merespons berbagai tindakan yang dinilainya provokatif dan bermusuhan dari pihak UEA. Aljazair juga menutup wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat yang terdaftar di UEA sebagai bagian dari langkah lanjutan pascapemutusan hubungan tersebut.
Tag: Aljazair, UEA, diplomasi, kerja sama energi, Sonatrach