Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Putin Ancam Eropa: Kirim Pasukan ke Ukraina Sama dengan Nyatakan Perang

2026-09-12 11:01 WIB · aindari · 👁 663 dibaca

Presiden Rusia memperingatkan bahwa wacana pengerahan tentara Eropa ke Ukraina akan dianggap sebagai tindakan perang langsung terhadap Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa pada Jumat (11/9): jika pasukan mereka benar-benar dikerahkan ke Ukraina, Moskow akan memaknainya sebagai deklarasi perang. Pernyataan itu disampaikan Putin kepada para wartawan dan dikutip kantor berita negara Rusia, Tass.

Menurut Putin, diskusi yang tengah berlangsung di kalangan pemimpin Eropa soal kemungkinan pengiriman tentara ke Ukraina bukan sekadar wacana strategis, melainkan langkah yang membawa konsekuensi militer nyata. "Mereka sedang membicarakan cara mengirim pasukan ke Ukraina. Itu berarti perang dengan Rusia," tegasnya.

Lebih jauh, Putin menuding Barat secara sistematis berupaya melemahkan Rusia dengan memanfaatkan berbagai pihak dari waktu ke waktu — mulai dari kelompok teroris dan separatis di kawasan Kaukasus, hingga kini melalui apa yang ia sebut sebagai "rezim neo-Nazi di Ukraina." Ia menyebut seluruh rangkaian itu sebagai bagian dari satu upaya panjang untuk "menghabisi" Federasi Rusia.

Meski demikian, Putin berkilah bahwa Rusia tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Eropa. Ia menuding "elit Eropa" sengaja membangun narasi ancaman dari Rusia untuk menakut-nakuti warga mereka sendiri, padahal menurutnya Moskow tidak punya alasan apapun untuk berkonflik dengan negara-negara di benua itu. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan sejumlah negara anggota NATO yang terus memperdebatkan bentuk dukungan militer bagi Ukraina.

Putin turut menyinggung soal kebijakan energi Eropa. Ia memperingatkan bahwa kesalahan dalam pengelolaan sektor energi di Eropa berpotensi mendorong kenaikan harga gas bagi konsumen, sekaligus menegaskan bahwa Rusia selama ini menjual sumber daya energinya sesuai harga pasar.

Pernyataan Putin ini muncul di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB menyatakan harapannya agar perundingan damai antara Rusia dan Ukraina dapat kembali dilanjutkan, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi juga telah menyerukan agar dialog dan diplomasi tetap menjadi jalur utama penyelesaian konflik.

Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini terus memperumit hubungan antara Moskow dan Barat, dengan perdebatan soal keterlibatan militer langsung negara-negara Eropa menjadi salah satu titik panas yang paling sensitif dalam dinamika geopolitik saat ini.

Tag: Rusia, Ukraina, Putin, NATO, Eropa