Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Semangat Persatuan Bangsa

2026-09-12 17:08 WIB · aindari · 👁 664 dibaca

PP Muhammadiyah akan menyelenggarakan Tanwir dan Milad ke-114 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan tema persatuan di tengah keragaman.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersiap menggelar dua agenda besar sekaligus — sidang Tanwir dan peringatan Milad ke-114 — di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sekitar November mendatang. Tema yang diusung, "Bersama Satukan Bangsa", dipilih sebagai respons atas dinamika sosial dan politik yang kerap memunculkan perbedaan tajam di masyarakat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan utama tema tersebut. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia justru merupakan modal besar untuk terus mempererat persatuan, bukan sumber perpecahan. Ia mendorong agar perbedaan pendapat yang muncul dalam kehidupan berbangsa diselesaikan melalui dialog dan pencarian titik temu, bukan dengan saling mempertajam konflik.

Dalam sidang Tanwir, salah satu agenda utama adalah perumusan program strategis Muhammadiyah untuk 25 tahun ke depan. Haedar menjelaskan bahwa organisasi ini telah memiliki tradisi menyusun program jangka panjang sejak tahun 2000, mencakup periode lima hingga dua puluh lima tahunan. Karena periode sebelumnya telah berakhir, Tanwir di Palu menjadi momentum untuk menetapkan arah gerakan ke depan.

Bersamaan dengan pengumuman agenda tersebut, Muhammadiyah juga resmi meluncurkan logo Tanwir dan Milad ke-114. Logo ini menampilkan perpaduan corak postmodern dengan simbol daun kelor sebagai elemen utama. Haedar mengungkapkan bahwa ia turut terlibat langsung dalam proses perancangan logo tersebut.

Pemilihan daun kelor bukan tanpa alasan. Haedar menyebut tanaman itu dikenal sebagai "miracle tree" atau pohon ajaib — tumbuh subur di berbagai kondisi tanpa perawatan rumit, sekaligus memiliki manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dua sifat itulah yang dinilainya mencerminkan karakter gerakan Muhammadiyah: sederhana namun tangguh, serta mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Lebih jauh, Haedar menekankan bahwa kesederhanaan yang dimaksud bukan sekadar populisme atau pencitraan. Daun kelor juga dimaknai sebagai lambang kemakmuran karena nilai gizinya yang tinggi dan kegunaannya yang beragam. Baginya, logo ini bukan hanya identitas visual, melainkan medium untuk menyampaikan gagasan dan filosofi yang lebih dalam tentang perjalanan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam di Indonesia.

Tag: Muhammadiyah, Tanwir, Milad, Persatuan Bangsa, Palu