Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Beijing Ancam Batalkan KTT Xi-Trump jika Washington Setujui Penjualan Senjata ke Taiwan

2026-09-12 17:30 WIB · aindari · 👁 359 dibaca

China menegaskan Taiwan sebagai 'garis merah' dan siap membatalkan pertemuan puncak dengan AS jika kesepakatan senjata untuk Taipei disahkan sebelum KTT berlangsung.

Beijing telah menyampaikan peringatan langsung kepada Washington: jika Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata baru ke Taiwan sebelum akhir bulan ini, China akan membatalkan pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber yang memahami dinamika hubungan bilateral kedua negara.

China kembali menegaskan bahwa Taiwan adalah "garis merah" yang tidak dapat diganggu gugat dalam hubungannya dengan Amerika Serikat. Sikap ini bukan hal baru — saat Xi bertemu Trump di Beijing pada pertengahan Mei, pemimpin China itu menyebut Taiwan sebagai "isu terpenting" dalam relasi kedua negara dan memperingatkan potensi konflik apabila persoalan tersebut tidak dikelola dengan hati-hati. Beijing secara konsisten mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menyatukan kembali pulau yang berpemerintahan sendiri itu.

Di sisi lain, Trump disebut sangat berkepentingan agar pertemuan dengan Xi terlaksana. Menjelang pemilihan sela kongres pada November mendatang, pertemuan puncak semacam ini dapat menjadi bukti pencapaian diplomatik yang ingin ia tunjukkan kepada publik. Trump bahkan telah menyatakan akan menjamu Xi beserta istrinya di Gedung Putih pada 24 September dan menggelar jamuan kenegaraan untuk keduanya. Namun hingga kini, pemerintah China belum mengonfirmasi secara resmi rencana kunjungan tersebut.

Ketegangan soal senjata bukan tanpa preseden. Pada Desember tahun lalu, pemerintahan Trump mengumumkan paket penjualan senjata ke Taiwan senilai 11 miliar dolar AS — yang disebut sebagai paket terbesar yang pernah ada — dan langkah itu memicu reaksi keras dari Beijing. Ironisnya, Trump sendiri pernah menyatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa penjualan senjata ke Taiwan bisa menjadi alat tawar-menawar yang efektif dalam hubungannya dengan China, pernyataan yang sempat menimbulkan keraguan di kalangan sekutu Asia soal komitmen keamanan jangka panjang Washington.

Selain isu Taiwan, sejumlah agenda besar lain diperkirakan akan mendominasi pembicaraan kedua pemimpin. Konflik AS-Iran menjadi salah satunya, mengingat China merupakan mitra ekonomi utama Teheran. Perang yang dimulai Trump bersama Israel pada akhir Februari itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan Washington telah mendesak Beijing untuk tidak menjalin bisnis dengan Iran. Satu sumber menyebut China sejauh ini menunjukkan sikap yang tidak menghalangi dialog dengan AS dalam isu tersebut.

Agenda ekonomi juga tak kalah padat. Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS memimpin negosiasi dengan Beijing, dengan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat memangkas tarif atas barang senilai 30 miliar dolar AS dari masing-masing pihak. Kerangka dialog mengenai keamanan kecerdasan buatan (AI) turut disebut sebagai salah satu topik yang kemungkinan besar akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Tag: China, Amerika Serikat, Taiwan, Xi Jinping, Donald Trump