KTT BRICS ke-18 Dibuka di New Delhi, Bayang-Bayang Konflik Global Warnai Agenda
2026-09-12 19:01 WIB · aindari · 👁 564 dibaca

Para pemimpin 11 negara anggota BRICS berkumpul di ibu kota India di tengah perang AS-Iran yang memasuki bulan ketujuh dan konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda.
New Delhi menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 yang dibuka pada Sabtu, saat dua konflik besar masih berlangsung — perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berjalan tujuh bulan, serta perang Rusia-Ukraina yang kini memasuki tahun kelima. Situasi geopolitik yang memanas ini turut membebani perekonomian global, memicu krisis energi, dan menimbulkan kekhawatiran serius soal keamanan pasokan energi, arus perdagangan, serta tekanan inflasi.
KTT yang berlangsung di New Delhi ini mempertemukan para pemimpin dan pejabat senior dari 11 negara anggota blok yang telah berkembang jauh dari formasi awalnya. Selain lima anggota pendiri — Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan — kini hadir pula Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sejumlah kepala negara hadir langsung, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Brasil dan Arab Saudi masing-masing diwakili oleh menteri luar negeri mereka.
Hari pertama KTT dibuka dengan sesi tertutup khusus negara anggota yang mengangkat tema tata kelola global inklusif dan penguatan multilateralisme. Para pemimpin juga dijadwalkan mengunjungi pameran inovasi Bharat Innovates, mengikuti upacara penanaman pohon, dan menghadiri jamuan makan malam yang digelar Perdana Menteri India Narendra Modi. Menjelang pembukaan, Modi menyatakan harapannya agar seluruh pembahasan berlangsung positif dan bermakna, sementara China menyuarakan keinginan untuk mendorong dialog demi menjaga perdamaian dan stabilitas regional maupun global.
Meski tiga anggota BRICS — Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab — tengah berada dalam pusaran ketegangan di kawasan Timur Tengah, sumber pejabat India mengungkapkan bahwa para pemimpin blok tersebut telah mencapai konsensus atas sebuah pernyataan bersama. Pernyataan itu dijadwalkan dirilis setelah seluruh agenda utama KTT rampung.
Pada hari kedua, forum akan diperluas dengan kehadiran negara-negara mitra BRICS, termasuk Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam. Sejumlah kepala pemerintahan negara mitra turut hadir, antara lain Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Sesi hari kedua akan berfokus pada tema ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan untuk mendorong pertumbuhan global yang inklusif.
Secara kolektif, BRICS kini mengklaim mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto global, dan 26 persen perdagangan dunia. KTT sebelumnya diselenggarakan di Rio de Janeiro pada 2025.
Tag: BRICS, KTT New Delhi, Geopolitik, Konflik Global, Multilateralisme