Hari Kelima Pencarian di Selat Sunda, SAR Temukan Jeriken tapi Belum Terkait Korban
2026-09-13 06:03 WIB · aindari · 👁 314 dibaca

Tim SAR gabungan menemukan sebuah jeriken minyak biru di Sektor X Selat Sunda, namun belum dapat dipastikan berhubungan dengan speedboat rombongan jurnalis yang hilang.
Lima hari berlalu sejak delapan orang — lima jurnalis dan tiga awak kapal — hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, namun keberadaan mereka belum juga terungkap. Pada hari kelima operasi pencarian, Sabtu, satu-satunya benda yang berhasil ditemukan adalah sebuah jeriken minyak berwarna biru.
Basarnas mengonfirmasi jeriken itu ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka 247 di Sektor X pada koordinat 06°02.7161'S – 105°31.5414'E, sekitar pukul 10.05 WIB. Setelah penemuan itu, tim mengerahkan drone dari KN SAR Tetuka untuk memantau area sekitar. Meski demikian, hingga laporan operasi hari kelima dirilis, Basarnas belum bisa memastikan apakah jeriken tersebut berasal dari speedboat yang membawa rombongan jurnalis.
Sektor X yang disisir mencakup area seluas 380 mil laut persegi. Selain KN SAR Tetuka, kapal RBB Peucang yang diberangkatkan dari Dermaga Paku Anyer turut menyisir kawasan itu hingga sore hari di tengah kondisi gelombang setinggi 0 hingga 1 meter. Basarnas menegaskan setiap temuan di laut akan terus diverifikasi demi mendapatkan petunjuk keberadaan para korban.
Kedelapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis: M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin 7 September pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir tercatat ketika para korban mengirimkan lokasi mereka kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, kontak terputus di titik koordinat yang diperkirakan berada di 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
Operasi pencarian melibatkan armada besar dari berbagai instansi. Dari TNI AL diturunkan KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang. Polairud mengerahkan KP Sanjaya, sementara Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung masing-masing menerjunkan unit Rigid Inflatable Boat. Relawan dan nelayan setempat juga ikut membantu menyisir perairan. Basarnas menyatakan seluruh unsur gabungan ini akan terus berupaya hingga keberadaan delapan korban dapat dipastikan.
Tag: SAR, Selat Sunda, jurnalis hilang, Basarnas, Gunung Anak Krakatau