Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Menteri Pertanian Jamin Distribusi Pangan di Sulsel Tak Terdampak Krisis BBM

2026-09-13 17:06 WIB · aindari · 👁 744 dibaca

Di tengah antrean panjang BBM bersubsidi yang melanda Makassar dan sekitarnya, Menteri Pertanian memastikan pasokan dan distribusi pangan di Sulawesi Selatan tetap berjalan normal.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir memunculkan kekhawatiran akan terganggunya rantai distribusi pangan di wilayah tersebut. Merespons situasi ini, Menteri Pertanian turun tangan memberikan jaminan bahwa sektor pangan tidak akan ikut terguncang akibat krisis BBM yang tengah terjadi.

Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar sempat mengular panjang, mencerminkan tekanan nyata yang dirasakan masyarakat maupun pelaku usaha yang bergantung pada BBM bersubsidi. Kondisi ini wajar memicu pertanyaan soal kelancaran pengiriman bahan pokok, mengingat distribusi pangan sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar bagi armada angkutan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah cepat dengan menerapkan sistem ganjil genap untuk pengisian BBM bersubsidi, sebagai upaya meredam antrean yang semakin panjang. Langkah ini ditempuh untuk mengatur giliran kendaraan agar proses pengisian lebih tertib dan tidak menumpuk di satu waktu.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga bersinergi dengan Pemprov Sulsel dalam menangani situasi tersebut. Upaya koordinasi antara kedua pihak ini diklaim berhasil membuat antrean di sejumlah SPBU di Makassar mulai melandai, menandakan tekanan pasokan berangsur mereda.

Meski demikian, kelangkaan BBM tetap menyisakan ongkos ekonomi yang tidak kecil. Waktu yang terbuang akibat antrean panjang, biaya operasional yang membengkak, serta gangguan jadwal pengiriman menjadi beban nyata yang ditanggung berbagai pihak, mulai dari pengemudi angkutan hingga pelaku usaha kecil yang mengandalkan mobilitas harian.

Dalam konteks pertanian, jaminan dari Menteri Pertanian menjadi sinyal penting bagi petani dan pedagang di Sulsel — salah satu lumbung pangan nasional — bahwa jalur distribusi hasil bumi ke pasar-pasar utama tidak akan terputus. Sulawesi Selatan dikenal sebagai produsen beras, jagung, dan berbagai komoditas strategis yang pasokannya berpengaruh pada harga pangan di kawasan timur Indonesia.

Situasi ini sekaligus menjadi pengingat betapa rentannya sistem distribusi pangan terhadap gejolak energi. Ketergantungan rantai pasok pertanian pada BBM bersubsidi membuat setiap gangguan pasokan bahan bakar berpotensi merambat ke sektor pangan, sehingga koordinasi lintas sektor seperti yang dilakukan saat ini menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Tag: distribusi pangan, kelangkaan BBM, Sulawesi Selatan, Menteri Pertanian, ketahanan pangan