Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Angin Kencang dan Awan Tebal Hentikan Operasi Water Bombing di Bromo, Pemadaman Beralih ke Darat

2026-09-13 17:10 WIB · aindari · 👁 342 dibaca

Cuaca buruk memaksa tim gabungan menghentikan sementara pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat helikopter dan mengalihkan seluruh upaya ke operasi darat.

Pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo melalui helikopter water bombing terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Angin kencang dan awan tebal menjadi penghalang utama yang membuat operasi udara tidak bisa dijalankan, sehingga seluruh penanganan kini bertumpu pada tim yang bergerak di lapangan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa kesiapan helikopter sebenarnya sudah ada, namun kecepatan angin yang tinggi berpotensi menimbulkan turbulensi berbahaya bagi kru. Selain itu, awan tebal yang menyelimuti kawasan membatasi jarak pandang pilot sehingga operasi pengeboman air dinilai terlalu berisiko untuk dilanjutkan. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di Jemplang, Kabupaten Malang, Minggu.

Sebelum terhenti, water bombing sempat berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pada Jumat (11/9), helikopter menjatuhkan sekitar 17.000 liter air, disusul 15.000 liter pada Sabtu (12/9). Namun pada hari Minggu, volume yang dijatuhkan tercatat nol liter karena operasi udara sepenuhnya tidak bisa dilaksanakan.

Kebakaran pertama kali terdeteksi di Sabana Pengol, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (10/9). Dua hari kemudian, Sabtu sore sekitar pukul 16.20 WIB, api merambat ke wilayah Jemplang di Kabupaten Malang, diduga terbawa angin kencang yang juga menjadi kendala operasi udara. Sejumlah vegetasi di kawasan tersebut terlihat sudah menghitam hingga ke sisi atas tebing akibat dampak kebakaran hari Sabtu itu.

Dengan operasi udara yang lumpuh sementara, fokus pemadaman dialihkan sepenuhnya ke petugas darat. Prioritas utama adalah mencegah api merambat ke kawasan permukiman. Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran yang membentang dari Sabana Pengol hingga Jemplang, melibatkan unsur Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Kepolisian, TNI, serta relawan.

Pantauan di lapangan menunjukkan petugas gabungan masih aktif memadamkan kepulan asap yang muncul dari area rerumputan di bawah Jemplang mengarah ke Gunung Bromo. Sebagian personel juga tetap bersiaga memantau perkembangan situasi dari pos pengamatan di Jemplang, mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.

Tag: Gunung Bromo, kebakaran hutan, water bombing, BPBD Jawa Timur, Jemplang