Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Hasil PISA 2025: Singapura Pimpin ASEAN, Indonesia Tertinggal dari Vietnam dan Thailand

2026-09-14 06:09 WIB · aindari · 👁 702 dibaca

Dalam penilaian PISA 2025, Singapura kembali menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara, sementara Indonesia masih berada di bawah Vietnam dan Thailand.

Singapura kembali membuktikan dominasinya dalam dunia pendidikan internasional dengan meraih posisi tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara pada Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Sementara itu, Indonesia harus menerima kenyataan bahwa capaiannya masih kalah dibandingkan dua negara tetangga, yakni Vietnam dan Thailand.

PISA merupakan program penilaian yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam tiga bidang utama: membaca, matematika, dan sains. Hasil penilaian ini menjadi salah satu tolok ukur penting kualitas sistem pendidikan suatu negara di tingkat global.

Di kawasan ASEAN, Singapura secara konsisten menempati posisi puncak, mencerminkan sistem pendidikan yang telah lama dirancang dengan standar tinggi dan investasi besar dari pemerintah. Negara kota itu dikenal dengan kurikulum yang ketat serta tenaga pengajar yang terseleksi secara kompetitif.

Yang menjadi sorotan bagi Indonesia adalah posisinya yang masih tertinggal dari Vietnam dan Thailand. Vietnam, meski tergolong negara berkembang dengan sumber daya yang terbatas dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya, terus menunjukkan performa pendidikan yang melampaui ekspektasi dalam berbagai siklus PISA. Thailand pun berhasil menempatkan diri di atas Indonesia dalam penilaian kali ini.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai efektivitas kebijakan pendidikan di Indonesia. Dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN dan anggaran pendidikan yang diamanatkan konstitusi sebesar 20 persen dari APBN, kesenjangan hasil PISA ini menjadi bahan evaluasi penting bagi para pemangku kebijakan.

Perbaikan kualitas pendidikan Indonesia memang bukan perkara instan. Tantangan geografis, kesenjangan antara sekolah di perkotaan dan pedesaan, serta kualitas guru yang belum merata menjadi faktor struktural yang mempengaruhi capaian siswa secara nasional. Upaya seperti program Merdeka Belajar yang digulirkan dalam beberapa tahun terakhir ditujukan untuk menjawab sebagian dari tantangan tersebut, meski hasilnya memerlukan waktu untuk terlihat secara signifikan dalam penilaian internasional.

Hasil PISA 2025 ini diharapkan menjadi cermin bagi Indonesia untuk memperkuat strategi peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam literasi membaca, kemampuan matematika, dan pemahaman sains — tiga kompetensi yang menjadi fondasi daya saing generasi muda di era global.

Tag: PISA 2025, pendidikan Indonesia, ASEAN, Singapura, Vietnam