Titik Panas di Nabire Meledak 22 Kali Lipat dalam Empat Hari, BMKG Peringatkan Cuaca Kering Berlanjut
2026-09-14 13:01 WIB · aindari · 👁 500 dibaca

BMKG mencatat lonjakan drastis hotspot di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dari 12 titik pada 10 September menjadi 268 titik pada 13 September 2026.
Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menghadapi situasi kerawanan kebakaran yang kian mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas atau hotspot di wilayah itu melonjak tajam hanya dalam rentang empat hari — dari 12 titik pada 10 September menjadi 268 titik pada 13 September 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, merinci bahwa kenaikan terjadi secara bertahap namun cepat: 25 titik pada 11 September, kemudian melonjak ke 122 titik sehari berikutnya, sebelum mencapai angka 268 titik pada 13 September. Dari total tersebut, 238 titik masuk kategori sedang, 25 titik kategori rendah, dan lima titik berkategori tinggi.
Nabire juga menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Papua Tengah. Pada 13 September, BMKG mencatat 376 titik panas tersebar di berbagai kabupaten di provinsi itu, dengan Nabire menyumbang porsi terbesar. Husain menjelaskan bahwa kategori tinggi mengindikasikan kemungkinan kebakaran yang lebih kuat dan memerlukan penanganan segera di lapangan, sementara kategori sedang menunjukkan indikasi yang lebih besar dibanding kategori rendah yang masih perlu verifikasi.
Meski demikian, Husain menegaskan bahwa hotspot adalah hasil deteksi satelit dan tidak otomatis mencerminkan jumlah kebakaran yang benar-benar sedang berlangsung. Setiap titik yang terdeteksi tetap harus dikonfirmasi melalui pengecekan langsung di lapangan sebelum dapat dipastikan sebagai kebakaran aktif.
Kondisi cuaca diperkirakan tidak akan banyak membantu dalam waktu dekat. BMKG memprakirakan cuaca di Nabire masih akan panas dan kering selama sepekan ke depan dengan peluang hujan yang tidak signifikan. Untuk skala Papua Tengah secara keseluruhan, tingkat kemudahan terjadinya kebakaran, penyebaran api, dan intensitas kebakaran diprakirakan masih berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi dalam empat hari ke depan.
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan — termasuk pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di area terbuka, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara mulai terganggu oleh asap.
Tag: Nabire, hotspot, kebakaran lahan, Papua Tengah, BMKG