Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Musim Kemarau Panjang 2026, Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Dehidrasi Sebelum Rasa Haus Muncul

2026-09-15 06:11 WIB · aindari · 👁 808 dibaca

Dietisien dari RSCM mengingatkan bahwa dehidrasi ringan bisa terjadi bahkan sebelum seseorang merasa haus, dan kebutuhan cairan harian perlu ditambah saat cuaca panas.

Musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya diprediksi melanda Indonesia sepanjang 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan baru akan tiba secara bertahap mulai pertengahan Oktober 2026 di sejumlah wilayah Sumatera, sementara Banten dan Jawa Barat baru akan menyusul pada awal November. Kondisi ini membuat risiko dehidrasi menjadi perhatian kesehatan yang perlu diantisipasi lebih awal.

Fitri Hudayani, dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sekaligus Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), menjelaskan bahwa tubuh kehilangan cairan tidak hanya melalui keringat, tetapi juga lewat saluran pernapasan saat suhu udara tinggi. Yang perlu diwaspadai, tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan ketika kehilangan satu hingga dua persen cairan — kondisi yang bisa terjadi sebelum rasa haus benar-benar terasa.

Oleh karena itu, Fitri menyarankan agar minum dilakukan secara berkala tanpa menunggu sinyal haus. Saat beraktivitas di luar ruangan, ia menganjurkan minum satu gelas air atau sekitar 250 cc setiap 15 hingga 20 menit. Pola minum yang terjadwal seperti ini dinilai lebih efektif mencegah kekurangan cairan dibanding mengandalkan rasa haus sebagai patokan.

Untuk kebutuhan cairan harian, Fitri merekomendasikan konsumsi dua hingga 2,5 liter atau setara delapan hingga sepuluh gelas per hari dalam kondisi normal. Namun saat cuaca panas dan tubuh banyak berkeringat, asupan tersebut sebaiknya ditambah setengah hingga satu liter. Cairan tidak harus seluruhnya berasal dari air putih — buah-buahan berair, kuah sayuran, serta makanan dengan kandungan air tinggi turut berkontribusi memenuhi kebutuhan tersebut.

Terkait pilihan minuman, Fitri menyebut kopi, teh, dan minuman berenergi masih bisa menjadi bagian dari asupan cairan harian. Namun ia mengingatkan agar konsumsi minuman dengan kadar gula tinggi dibatasi karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lain di luar dehidrasi. Konsumsi buah-buahan secara rutin juga dianjurkan karena selain menyumbang cairan, buah membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

Fitri menekankan bahwa asupan makanan bergizi tetap penting selama musim panas, bukan hanya untuk menjaga hidrasi tetapi juga memenuhi kebutuhan energi tubuh secara keseluruhan. Dengan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya, kebiasaan minum yang cukup dan teratur menjadi langkah pencegahan paling sederhana namun krusial.

Tag: dehidrasi, musim kemarau, kesehatan, hidrasi, gizi