Bengkulu Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
2026-09-16 17:08 WIB · aindari · 👁 574 dibaca

Warga, pemerintah provinsi, dan kalangan pers Bengkulu bersatu dalam doa usai shalat Dzuhur berjamaah, sementara pencarian korban terus meluas hingga Pulau Enggano.
Sebuah momen kebersamaan terwujud di Masjid Raya Baitul Izzah, Bengkulu, Rabu, 16 September 2026. Masyarakat umum, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan para jurnalis media lokal berkumpul untuk memanjatkan doa bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini belum ditemukan setelah hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kegiatan doa bersama dilangsungkan seusai Shalat Dzuhur berjamaah, atas inisiasi komunitas pers Kota Bengkulu bersama Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu dan pemerintah daerah. Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof KH Zulkarnain Dali, memimpin doa dan menegaskan pentingnya ikhtiar spiritual di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung. Ia berharap kedelapan orang yang hilang — lima awak media dan tiga awak kapal — segera ditemukan dalam kondisi apapun, serta keluarga mereka diberi ketabahan.
Kepala Biro Antara Bengkulu, Anom Prihantoro, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa salah satu dari lima jurnalis yang hilang adalah jurnalis Antara, yakni Muhammad Bagus Khoirunnas, seorang jurnalis foto yang dikenalnya secara pribadi. Anom menggambarkan sosok Bagus sebagai pribadi yang baik, dan menyebut doa bersama ini sebagai "jalur langit" untuk mengiringi kerja keras tim SAR di lapangan.
Di sisi lain, upaya pencarian terus diperluas. Kantor SAR Bengkulu memberangkatkan personel menuju Pulau Enggano, pulau terluar Indonesia di wilayah Bengkulu, dengan mempertimbangkan kemungkinan para korban terbawa arus hingga ke perairan tersebut. Langkah ini memperluas jangkauan operasi SAR yang sebelumnya terpusat di kawasan Selat Sunda.
Perkembangan penting juga datang dari Polda Bengkulu. Sebuah jenazah tanpa identitas ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sampel DNA jenazah tersebut telah dikirimkan ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri (Pusdokkes) untuk dicocokkan, guna memastikan apakah jenazah itu memiliki kaitan dengan para korban yang hilang. Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto, membenarkan pengiriman sampel DNA tersebut.
Hingga doa bersama digelar, operasi SAR telah memasuki hari kesembilan. Pencarian difokuskan dengan mempersempit area jangkauan di sepanjang pesisir Selat Sunda, sementara proses identifikasi jenazah di Pulau Enggano masih menunggu hasil pencocokan DNA dari Mabes Polri.
Tag: Jurnalis Hilang, Selat Sunda, Anak Krakatau, SAR Bengkulu, Pulau Enggano