Empat Kali Erupsi Dini Hari, Semeru Semburkan Kolom Abu hingga Seribu Meter
2026-09-15 08:31 WIB · aindari · 👁 441 dibaca

Gunung Semeru meletus empat kali dalam rentang dini hari hingga pagi Selasa, disertai gemuruh kuat yang terdengar warga di lereng gunung.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengguncang ketenangan warga sekitar lerengnya pada Selasa (15/9) dini hari dengan empat kali erupsi beruntun. Gemuruh keras menyertai setiap letusan dan terdengar jelas oleh penduduk yang tinggal di kawasan lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Letusan pertama tercatat pada pukul 00.10 WIB. Meski terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung sekitar dua menit 25 detik, kolom abu dari erupsi pertama ini tidak dapat teramati secara visual. Erupsi kedua menyusul pada pukul 01.23 WIB dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 136 detik, namun kolom abunya juga tidak terlihat.
Menjelang subuh, erupsi ketiga yang terjadi pukul 04.32 WIB menjadi yang paling mencolok. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau setara ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu pekat terpantau bergerak ke arah barat daya. Seismograf merekam amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 161 detik. Tak lama berselang, erupsi keempat terjadi pukul 05.27 WIB dengan kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak. Kali ini abu kelabu tebal bergerak ke arah timur dan tenggara, terekam dengan amplitudo 23 mm selama 142 detik.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya suara gemuruh kuat yang menyertai rangkaian erupsi tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga pagi hari tidak ada dampak yang dilaporkan, dan warga di lereng Semeru tetap beraktivitas normal seperti biasa.
Semeru saat ini berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan rekomendasi yang berlaku, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang alur Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak. Di luar batas itu, warga tetap dilarang mendekati tepi sungai dalam jarak 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi awan panas dan lahar yang bisa menjangkau hingga 17 km dari puncak. Selain itu, radius 5 km dari kawah dinyatakan berbahaya akibat risiko lontaran batu pijar.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.
Tag: Gunung Semeru, erupsi, Lumajang, BPBD, gunung api