Orangutan Jantan Dehidrasi Ditemukan Terisolasi di Perkebunan Kutai Kartanegara, Bobotnya Jauh di Bawah Normal
2026-09-17 17:06 WIB · aindari · 👁 846 dibaca

BKSDA Kalimantan Timur mengevakuasi orangutan jantan berusia 20 tahun yang kurus dan lunglai akibat kekeringan parah di kawasan perkebunan Kecamatan Muara Kaman.
Seekor orangutan jantan berusia sekitar 20 tahun ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di area perkebunan Desa Menamang Kanan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Satwa dilindungi itu tampak sangat kurus dan tidak berdaya, dengan bobot tubuh hanya berkisar 25 hingga 30 kilogram — jauh di bawah ukuran normal pejantan dewasa spesies tersebut.
Laporan pertama mengenai keberadaan primata itu masuk ke Call Center Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur pada Minggu, 13 September. Melihat kondisi fisik satwa yang terus memburuk, tim penyelamat langsung bergerak ke lokasi keesokan harinya. Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim turun bersama mitra Conservation Action Network (CAN) dan pihak manajemen perusahaan untuk melakukan evakuasi pada Senin, 14 September.
Proses penyelamatan berlangsung di kawasan produksi PT SHJ yang tengah dilanda kekeringan cukup parah. Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyebutkan bahwa aliran sungai di sekitar habitat alami orangutan tersebut telah mengering total, sehingga ketersediaan air minum maupun pakan alami bagi satwa menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang diduga kuat menjadi penyebab orangutan mengalami dehidrasi berat sekaligus penurunan kondisi fisik secara drastis.
Setelah berhasil diamankan dari lokasi, orangutan segera dibawa ke fasilitas perawatan untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Dokter hewan dari jaringan CAN langsung memberikan pertolongan darurat guna menstabilkan kondisi tubuh satwa dan memulihkan cairan yang hilang. Pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala hingga stamina dan metabolisme tubuh primata tersebut berangsur membaik.
Bila masa kritis telah terlewati, orangutan dijadwalkan menjalani rehabilitasi lanjutan sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Ari menegaskan bahwa respons cepat dari berbagai pihak dalam penyelamatan ini mencerminkan komitmen bersama terhadap kelangsungan hidup satwa liar, terutama di tengah ancaman kekeringan yang kian mengancam ekosistem hutan Kalimantan.
BKSDA Kaltim sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak perusahaan untuk aktif melaporkan setiap temuan satwa dilindungi di sekitar wilayah mereka, sebagai langkah pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar sekaligus upaya menjaga kelestarian ekosistem.
Tag: orangutan, BKSDA Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara, konservasi satwa, kekeringan