Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Pagar Lantai Lima SMP 130 Jakarta Disorot, Disdik Jakbar Akui Sudah Hubungi Vendor

2026-09-17 17:08 WIB · aindari · 👁 559 dibaca

Kondisi pagar yang dinilai tidak kokoh di lantai lima SMP Negeri 130 Jakarta memicu kekhawatiran orang tua murid dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat mengakui telah menghubungi vendor proyek pembangunan SMP Negeri 130 Jakarta terkait kondisi pagar di lantai lima gedung sekolah yang dianggap membahayakan keselamatan siswa. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Muhammad Arif Rachman, menyampaikan hal itu melalui pesan singkat pada Kamis, meski belum menjelaskan lebih lanjut bentuk komunikasi yang dilakukan maupun apakah sudah ada pemeriksaan langsung ke lokasi. Arif hanya menyebut akan kembali berkomunikasi terkait persoalan tersebut.

Kekhawatiran bermula dari kondisi pagar pembatas di lantai lima gedung SMP Negeri 130 yang berlokasi di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat. Berdasarkan dokumentasi yang beredar, pagar tampak tidak terpasang dengan kuat karena hanya ditahan oleh sebilah besi pada titik sambungannya dengan dinding.

Salah satu orang tua murid, Bedah, mengungkapkan rasa cemasnya terhadap kondisi itu. Menurutnya, pagar yang tidak kokoh berpotensi membahayakan anak-anak, terutama jika mereka tidak sengaja bersandar atau terdorong ke arah pembatas. Bedah berharap pihak sekolah maupun pengelola gedung segera melakukan perbaikan agar para orang tua bisa merasa lebih tenang saat anak-anak beraktivitas di sekolah.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, turut meninjau kondisi pagar tersebut dan menilainya sebagai persoalan serius. Ia memang mengapresiasi sejumlah perbaikan yang sebelumnya sudah dilakukan, termasuk pemasangan pengaman pada bagian jendela. Namun, Kevin menegaskan bahwa kekuatan struktur besi hollow pada pagar masih jauh dari memadai, terutama mengingat lokasinya berada di ketinggian lantai lima.

Dalam peninjauannya, Kevin menemukan sejumlah sambungan pagar yang masih bisa bergerak ketika diperiksa. Ia menilai perbaikan yang ada sejauh ini hanya bersifat kosmetik, karena beberapa bagian hanya dilem di ujungnya tanpa penguatan struktural yang berarti. Menurutnya, risiko nyata muncul ketika siswa bermain atau bergurau dan secara tidak sengaja mendorong atau membentur pagar di ketinggian tersebut.

Persoalan keamanan bangunan sekolah di Jakarta memang tengah mendapat perhatian lebih luas. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta juga meminta Dinas Pendidikan memeriksa sekolah-sekolah rusak yang belum terdata, sementara Pemprov DKI menyatakan akan segera menangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang dilaporkan roboh. Kasus pagar SMP 130 ini menambah daftar pekerjaan rumah terkait standar keamanan infrastruktur pendidikan di ibu kota.

Tag: SMP 130 Jakarta, keamanan sekolah, Dinas Pendidikan Jakarta Barat, infrastruktur pendidikan, DPRD DKI Jakarta