Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Menhan Sjafrie Temui Jenderal Nomor Dua China di Beijing, Bahas Kerja Sama Pertahanan

2026-09-18 06:11 WIB · aindari · 👁 631 dibaca

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China, Zhang Shengmin, di Beijing untuk mempererat hubungan pertahanan kedua negara.

Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menemui Jenderal Zhang Shengmin, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) China, di Beijing pada Kamis (17/9). Pertemuan itu membahas perkembangan hubungan pertahanan antara Indonesia dan China, sekaligus menjadi bagian dari serangkaian agenda diplomatik Sjafrie selama kunjungannya ke ibu kota China.

Dalam hierarki militer China, posisi Zhang berada tepat di bawah Presiden Xi Jinping yang memimpin CMC sebagai panglima tertinggi. CMC sendiri merupakan badan komando dan pengambilan keputusan militer tertinggi di China — menjalankan banyak fungsi yang di negara lain diemban oleh kementerian pertahanan, sementara Kementerian Pertahanan Nasional China lebih berfokus pada urusan diplomatik dan hubungan publik.

Zhang Shengmin baru menduduki jabatan tersebut setelah dipromosikan dalam rapat Komite Sentral Partai Komunis China pada 23 Oktober 2025, menggantikan He Weidong yang dicopot akibat kasus korupsi sepekan sebelum pelantikan Zhang. Sebelum promosi itu, Zhang menjabat wakil sekretaris badan antikorupsi CMC yang bertugas memberantas korupsi di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Sejak 2023, CMC yang semula beranggotakan tujuh orang telah kehilangan tiga anggotanya akibat serangkaian penyelidikan antikorupsi.

Sehari sebelum pertemuan bilateral itu, Sjafrie bersama delegasi Indonesia menghadiri pembukaan The 13th Beijing Xiangshan Forum pada Rabu (16/9), forum keamanan dan pertahanan internasional tahunan yang dibuka oleh Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun. Dalam forum tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, penguatan multilateralisme, penghormatan kedaulatan negara, serta penyelesaian perbedaan melalui jalur konsultasi dan negosiasi. Ia menyebut forum itu sebagai ruang penting untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan mendorong kerja sama demi stabilitas keamanan regional maupun global.

Sjafrie menegaskan bahwa Indonesia terbuka berdialog dengan berbagai negara demi kepentingan nasional dan harapan rakyat. Ia merujuk pada prinsip politik luar negeri bebas aktif yang menjadi landasan Indonesia dalam menjalin hubungan dengan semua negara sahabat tanpa memihak blok tertentu. Selain menghadiri forum, Sjafrie dijadwalkan menjalani sejumlah kunjungan kerja strategis lainnya di China dengan fokus membangun kerja sama pertahanan yang saling menghormati dan menguntungkan, sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

Tag: Pertahanan, Indonesia-China, Sjafrie Sjamsoeddin, Komisi Militer Pusat, Beijing Xiangshan Forum