Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Harga Cabai Masih Tinggi, Pontianak Siapkan Operasi Pasar Kendalikan Inflasi

2026-09-18 17:01 WIB · aindari · 👁 611 dibaca

Inflasi Pontianak menyentuh 2,78 persen akibat kemarau panjang, mendorong pemkot menggelar operasi pasar setelah harga cabai rawit sempat melonjak hingga Rp190 ribu per kilogram.

Pemerintah Kota Pontianak bersiap menggelar operasi pasar menyusul tekanan inflasi yang mencapai 2,78 persen, dipicu kemarau panjang yang mengganggu produksi komoditas pertanian lokal sepanjang 2026. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut kenaikan harga cabai sebagai pemicu utama yang perlu segera direspons, mengingat posisinya sudah berada di ambang batas toleransi.

Cabai rawit menjadi komoditas yang paling mencolok pergerakannya. Pada puncak kemarau, harganya melonjak hingga Rp190 ribu per kilogram — jauh melampaui kisaran normal Rp60 ribu hingga Rp80 ribu — setelah petani lokal mengalami gagal panen. Pasokan dari Pulau Jawa yang mulai masuk berhasil menekan harga, namun per 18 September 2026 cabai rawit merah masih bertengger di Rp131.734 per kilogram, sementara cabai merah keriting tercatat Rp117.067 per kilogram.

Operasi pasar yang disiapkan pemkot ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap gejolak harga pangan. Selain operasi pasar, pemkot juga menjalankan pemantauan harga secara berkala di sejumlah pasar kota guna mendeteksi pergerakan harga sejak dini.

Pemantauan di lima pasar — Pasar Puring, Flamboyan, Kemuning, Teratai, dan Dahlia — pada Kamis, 18 September 2026 menunjukkan tren penurunan harga yang cukup luas. Beras medium rata-rata dijual Rp14.234 per kilogram, mendekati batas bawah Rp14.000, sementara beras Bulog SPHP berada di Rp12.800 per kilogram. Kelompok sayuran juga mencatat penurunan: bayam turun ke Rp26.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000, tomat turun signifikan ke Rp16.334 dari Rp24.000, dan ketimun menjadi Rp24.134 dari Rp30.000.

Komoditas lain turut melunak. Bawang merah turun ke Rp35.334 per kilogram dari Rp40.000, gula pasir curah dan kedelai impor masing-masing berada di Rp14.267 per kilogram, dan minyak goreng curah tercatat Rp20.427 per kilogram setelah sebelumnya menyentuh Rp23.000. Di sektor protein, daging ayam ras dijual Rp28.534 per kilogram, turun dari Rp31.667, sementara telur ayam ras stabil di kisaran Rp28.200 per kilogram.

Secara keseluruhan, kondisi harga pangan di Pontianak mulai menunjukkan pelonggaran, terutama pada kelompok bumbu dapur dan bahan pokok. Meski demikian, harga cabai yang masih jauh di atas normal menjadi alasan utama pemkot mempertahankan kewaspadaan dan mempercepat rencana operasi pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya pulih.

Tag: Pontianak, inflasi pangan, operasi pasar, harga cabai, Kalimantan Barat