Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Indeks Udara Jakarta Sentuh Level Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker

2026-09-18 06:03 WIB · aindari · 👁 641 dibaca

Konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta tercatat hampir 12 kali lipat melampaui batas aman tahunan versi WHO pada Jumat pagi ini.

Jakarta kembali diselimuti udara berkualitas buruk. Berdasarkan data platform pemantau kualitas udara IQAir yang diperbarui pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara ibu kota menyentuh angka 153 — masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM 2,5 tercatat sebesar 59 mikrogram per meter kubik, atau setara 11,8 kali lipat di atas nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 adalah partikel berukuran di bawah 2,5 mikrometer yang melayang di udara, mencakup debu, asap, hingga jelaga. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan jangka panjang terhadap PM 2,5 dikaitkan dengan risiko kematian dini, khususnya pada penderita penyakit jantung atau gangguan paru-paru kronis.

Merespons kondisi ini, sejumlah rekomendasi kesehatan dikeluarkan. Selain mengenakan masker saat keluar rumah, warga juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela agar udara luar tidak masuk, serta menggunakan alat penyaring udara di dalam ruangan.

Dalam skala nasional, posisi Jakarta hari ini berada di urutan kesembilan kota dengan kualitas udara terburuk se-Indonesia. Delapan kota di atasnya secara berurutan adalah Palembang dengan indeks 339, Pontianak 254, Serpong 203, Jambi 202, Tangerang Selatan 163, Pekanbaru 160, Bandung 159, dan Tangerang 158.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa pengendalian pencemaran udara di Jakarta kian kompleks. Laju urbanisasi yang tinggi, pembangunan kota yang masif, serta dampak perubahan iklim global yang berinteraksi dengan karakteristik iklim perkotaan menjadi faktor-faktor yang memperumit situasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah langkah untuk menekan polusi. Salah satunya adalah gerakan kolaboratif bertajuk #SatuLangkahDulu yang mengajak seluruh elemen masyarakat memulai tindakan nyata dari lingkungan masing-masing. Selain itu, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi terus didorong melalui berbagai kebijakan, termasuk penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said serta koridor Sudirman-Thamrin. Program Car Free Day ini diklaim berkontribusi pada penurunan emisi kendaraan bermotor sekaligus mereduksi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Tag: kualitas udara Jakarta, polusi udara, PM 2,5, kesehatan lingkungan, IQAir