Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

4.425 UMKM Terdampak Bencana di Sumatera Kini Bisa Jual Produk Secara Digital

2026-09-18 17:05 WIB · aindari · 👁 923 dibaca

Kementerian UMKM bersama TikTok Shop by Tokopedia membuka akses pasar digital bagi ribuan pelaku usaha kecil yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.

Sebanyak 4.425 usaha mikro, kecil, dan menengah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini memiliki jalur baru untuk menjangkau konsumen. Kementerian UMKM bersama TikTok Shop by Tokopedia menyediakan sebuah halaman web khusus bernama UMKM Sumatera Bangkit, yang dirancang sebagai etalase digital bagi para pelaku usaha yang tengah berupaya bangkit pascabencana.

Hingga 26 Agustus 2026, platform tersebut telah menampung 2.128 produk lokal dari ribuan UMKM yang terdaftar. Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya, menyebut kehadiran landing page ini sebagai respons konkret untuk mempercepat pemulihan usaha dengan membuka akses pemasaran yang lebih luas, sekaligus mendorong digitalisasi bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum terbiasa berjualan daring.

Untuk dapat bergabung, UMKM diwajibkan memenuhi sejumlah syarat: terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace yang aktif, serta mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Produk yang didaftarkan pun harus merupakan produk lokal. Persyaratan ini dimaksudkan untuk memastikan platform dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang benar-benar terdampak dan memiliki kapasitas untuk berproduksi.

Dukungan tidak berhenti pada akses pemasaran. Melalui program Klinik UMKM Bangkit, pemerintah menempatkan tiga tenaga pendamping di setiap klinik untuk membantu UMKM mengurus relaksasi pinjaman, mendapatkan modal, serta mencari solusi bagi usaha yang produksinya sempat terhenti akibat bencana. Sosialisasi program ini telah berlangsung di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie, dengan sesi terbaru digelar di Pidie Jaya, Aceh, pada 17 September 2026. Pendampingan berikutnya dijadwalkan di Tapanuli Tengah pada 22 September 2026.

Ari menekankan bahwa pergeseran perilaku konsumen yang semakin mengandalkan belanja daring menjadi alasan kuat bagi UMKM terdampak bencana untuk segera masuk ke ekosistem digital. Tanpa kehadiran di platform digital, pelaku usaha berisiko kehilangan pangsa pasar di tengah proses pemulihan yang membutuhkan waktu.

Kementerian UMKM menyatakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan platform digital ini diarahkan untuk menjaga kelangsungan produksi sekaligus mempercepat roda ekonomi UMKM di wilayah yang terdampak. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan pemulihan UMKM Sumatera yang lebih luas, yang mencakup alokasi anggaran hingga pemberian bantuan langsung bagi pelaku usaha terdampak.

Tag: UMKM, digitalisasi, pemulihan bencana, Sumatera, e-commerce