Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

BNN Ajak Generasi Muda Jadikan Literasi Narkoba sebagai Bekal Sikap dan Keputusan

2026-09-19 06:08 WIB · aindari · 👁 315 dibaca

Kepala BNN menekankan pemahaman bahaya narkotika harus melampaui sekadar pengetahuan — generasi muda perlu mampu membedakan yang baik dan buruk lalu bertindak tepat.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan bahwa edukasi soal narkotika tidak cukup berhenti pada tahap mengetahui. Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan pemahaman itu harus berujung pada kemampuan bersikap dan mengambil keputusan yang benar ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitar. Pernyataan ini disampaikan saat menerima audiensi Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Suyudi, generasi muda memegang peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, prestasi dan potensi yang mereka miliki perlu ditopang oleh karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif — termasuk penyalahgunaan narkotika. Ia menegaskan bahwa pertahanan paling kokoh justru berasal dari dalam diri sendiri, yakni melalui pemahaman yang baik, nilai moral, dan landasan agama.

Suyudi juga mengingatkan bahwa tidak semua lingkungan pergaulan membawa pengaruh positif. Setiap individu, kata dia, harus memiliki prinsip yang cukup kuat agar tidak mudah terseret arus pergaulan yang merugikan. Kemampuan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, lalu bertindak sesuai penilaian itu, menjadi inti dari pesan yang ia sampaikan kepada para peserta.

Lebih jauh, Suyudi mengungkapkan bahwa modus penyalahgunaan narkotika kian berkembang dan semakin sulit dikenali. Narkotika kini hadir dalam beragam bentuk, bahkan kerap disamarkan dengan cara dicampurkan ke dalam makanan atau minuman. Kondisi ini, menurutnya, menuntut masyarakat — terutama generasi muda — untuk terus meningkatkan literasi dan kewaspadaan agar tidak mudah terpapar tanpa disadari.

BNN juga mendorong para peserta untuk tidak menyimpan pengetahuan yang mereka peroleh hanya untuk diri sendiri. Ilmu yang bermanfaat, kata Suyudi, harus diteruskan kepada teman, keluarga, dan masyarakat luas sehingga edukasi pencegahan narkotika dapat menjangkau lebih banyak pihak dan memperkuat ketahanan komunitas secara kolektif.

Dari sisi penyelenggara, Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Sri Sintawati menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari pembekalan sebelum para peserta bertanding di kompetisi tingkat nasional yang diikuti perwakilan dari sekitar 25 provinsi. Peserta akan menjalani karantina selama lima hari dengan berbagai kegiatan dan tes, termasuk sesi debat yang materinya sebagian bersumber dari wawasan yang diperoleh selama pembekalan ini.

Bagi BNN, forum tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan wawasan anti-narkotika sekaligus mendorong para peserta agar kelak berperan sebagai agen perubahan — tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Tag: BNN, narkotika, generasi muda, pendidikan karakter, pencegahan narkoba