Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

45 Ribu Meter Kubik Lumpur Diangkat dari Kali Grogol, Kapasitas Tampung Air Ditarget Bertambah

2026-09-19 06:11 WIB · aindari · 👁 572 dibaca

Sudin SDA Jakarta Barat mengeruk sedimen sepanjang tiga kilometer di Kali Grogol Kemanggisan sebagai bagian dari upaya antisipasi banjir yang ditargetkan terasa dampaknya pada musim hujan 2027.

Sebanyak 45 ribu meter kubik lumpur ditargetkan terangkat dari Kali Grogol Kemanggisan, Jakarta Barat, melalui kegiatan pengerukan yang tengah berlangsung di sepanjang tiga kilometer alur sungai tersebut. Pekerjaan ini dijalankan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat dengan mengerahkan alat berat amfibi yang beroperasi langsung di dalam kali serta excavator lengan panjang (long arm) untuk memindahkan material ke atas permukaan.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau langsung aktivitas pengerukan di kawasan Kemanggisan pada Jumat dan menyatakan pekerjaan telah berjalan selama dua minggu menggunakan dua unit alat berat. Menurutnya, hasil nyata dari upaya mitigasi banjir ini diharapkan baru terasa signifikan ketika musim hujan tiba pada 2027.

Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Mustajab menjelaskan, lebar Kali Grogol di segmen yang dikeruk mencapai 10 meter dengan kedalaman lumpur sekitar 1,5 meter. Dari dimensi tersebut, volume sedimen yang diperkirakan terangkat mencapai 45 ribu meter kubik — angka yang sekaligus menjadi kapasitas tambahan tampungan air setelah pengerukan selesai. Untuk mengangkut material, Sudin SDA mengerahkan sekitar 30 unit dump truck berkapasitas delapan meter kubik per unit, sehingga dalam dua kali ritase per hari mampu mengangkut sekitar 480 meter kubik lumpur.

Pengerukan tidak hanya terbatas pada Kali Grogol. Kegiatan serupa juga dilakukan di Kali Mookervart, Kali Semongol, Kali Angke, dan akan dilanjutkan ke Cengkareng Drain. Di Kali Angke, pekerjaan bahkan sudah berlangsung sekitar satu bulan. Iin menegaskan bahwa penanganan saluran makro ini berjalan paralel dengan pembersihan saluran mikro di permukiman warga, yang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, PPSU, dan masyarakat melalui kerja bakti. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung rutin sepanjang musim kemarau hingga akhir tahun.

Adapun lumpur hasil pengerukan tidak dibuang begitu saja. Material tersebut dibawa ke kawasan Walungan dan TPU Tegal Alur untuk dimanfaatkan sebagai bahan perluasan lahan pemakaman guna memenuhi kebutuhan lima tahun ke depan. Mustajab juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke kali dan tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai, karena penyempitan alur akibat aktivitas tersebut dapat mengurangi kapasitas tampung yang sudah susah payah dipulihkan melalui pengerukan.

Tag: Kali Grogol, pengerukan sedimen, banjir Jakarta, Jakarta Barat, mitigasi banjir