Festival Bahari 2026 Kepulauan Seribu Gabungkan Sport Tourism dan Keberlanjutan Lingkungan
2026-09-19 17:17 WIB · aindari · 👁 304 dibaca

Pemkab Kepulauan Seribu menggelar Festival Bahari pada 19–20 September 2026 di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan sebagai strategi memulihkan kunjungan wisatawan pascagempa sekaligus mengembangkan potensi bahari dan ekonomi kreatif setempat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menjadikan Festival Bahari 2026 sebagai salah satu langkah konkret memulihkan sektor pariwisata yang sempat terdampak aktivitas vulkanik dan gempa bumi beberapa waktu lalu. Festival ini digelar di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, selama dua hari pada 19 hingga 20 September 2026.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan pariwisata bahari sekaligus upaya mendorong kembali minat wisatawan yang sempat surut akibat dampak bencana. Dengan mengangkat konsep sport tourism, festival ini antara lain menampilkan lomba balap kapal yang melibatkan langsung warga setempat sebagai peserta.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Fahmi Ardi Ramlan, menilai festival ini berfungsi sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan seni dan budaya khas Kepulauan Seribu. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hospitality menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan acara ini.
Selain lomba balap kapal, Festival Bahari 2026 juga dirangkaikan dengan program Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu, yakni Gema Seribu dan Excellence Host Program. Pada malam hari, penampilan teater Si Pitung oleh Abang None Kepulauan Seribu turut memeriahkan rangkaian acara. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari Pulau Kelapa dan Pulau Harapan pun dilibatkan agar festival memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari festival ini. Melalui program bertajuk Sustainable Island: Restore the Planet, Restore the Future, panitia mengagendakan kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Program ini merupakan hasil kolaborasi Abang None Jakarta Kepulauan Seribu dengan seluruh unit kerja perangkat daerah di kabupaten tersebut.
Fahmi berharap Festival Bahari 2026 mampu memperluas pengenalan potensi bahari, budaya, dan ekonomi kreatif Kepulauan Seribu kepada khalayak yang lebih luas. Ia juga ingin festival ini membuka ruang kolaborasi yang lebih lebar antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di gugusan pulau tersebut.
Tag: Festival Bahari, Kepulauan Seribu, sport tourism, pariwisata, pemulihan pascagempa