PTPN I Siapkan 31 Hektare untuk Kawasan Hilirisasi Ayam di Bone
2026-09-27 17:10 WIB · aindari · 👁 638 dibaca

PTPN I mendukung pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Bone melalui pemanfaatan lahan perkebunan untuk fasilitas pembibitan, pakan, pemeliharaan, pemotongan, dan penyimpanan dingin.
PTPN I (Persero) menyiapkan lahan 31 hektare di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk mendukung program hilirisasi ayam terintegrasi atau HAT. Proyek ini ditempatkan sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan nasional, terutama rantai pasok unggas dari sisi produksi awal hingga pengolahan akhir.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras menyampaikan bahwa peran perusahaan tidak hanya sebatas menyediakan lahan. Menurut dia, aset perkebunan yang produktif juga diarahkan agar memberi nilai tambah dan ikut menopang model peternakan modern. Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi BUMN dalam memperkuat pasokan pangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Dari total lahan yang disiapkan, 22 hektare akan digunakan PT Berdikari (Persero) untuk membangun fasilitas pembibitan ayam dan pabrik pakan. Sementara itu, PT Ugiagri Harapan Indonesia atau UHI mendapat alokasi 9 hektare untuk kandang pemeliharaan serta fasilitas pemotongan unggas. Kawasan HAT ini berlokasi di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre.
Lokasi proyek telah ditinjau Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Jumat, 25 September. Dalam kunjungan itu, Amran didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran direksi BUMN, PTPN I, PTPN III, ID FOOD, PT Berdikari, serta pihak terkait lainnya. Rivai menilai kunjungan tersebut memperkuat koordinasi pemerintah dan BUMN dalam membangun sistem pangan yang terhubung dari hulu sampai hilir, khususnya untuk pemenuhan protein hewani.
PTPN I menjalankan pengembangan HAT melalui skema kerja sama operasi dengan dua mitra strategis. Bersama PT Berdikari, pemanfaatan lahan 22 hektare disiapkan untuk masa kerja sama 30 tahun, dengan usulan tahap awal 15 hektare. Di areal PTPN Regional 8 Camming itu, Berdikari akan mengembangkan Farm Parent Stock Broiler, Farm Parent Stock Layer, hatchery, dan pabrik pakan terpadu. UHI akan membangun kandang komersial, farm pullet, fasilitas petelur komersial, Rumah Potong Hewan Unggas, serta cold storage.
Perusahaan menyatakan pemanfaatan lahan dilakukan dengan tata kelola yang baik, tertib administrasi, dan mengikuti ketentuan tata ruang. Tahap Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang telah diselesaikan. PTPN I juga memastikan lokasi RPHU dan cold storage tidak bertumpang tindih dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, serta areal Kebun Camming yang digunakan tidak berada dalam konflik maupun okupasi pihak lain.
Pengembangan HAT di Mappesangka diharapkan membuka pekerjaan baru, menggerakkan usaha lokal, dan memperkuat rantai pasok pangan hewani di Sulawesi Selatan. Rivai menyebut proyek ini juga berpotensi menempatkan Bone dan Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pasokan protein hewani di kawasan timur Indonesia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pembangunan dipercepat agar fasilitas dapat beroperasi sesuai target pemerintah pada 1 Juli tahun depan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.
Tag: PTPN I, hilirisasi ayam, peternakan unggas, Bone, pangan nasional