Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Peternakan

Mahasiswa ITS Rancang Sistem Otomatis untuk Peternakan Ayam Petelur

2026-10-19 17:04 WIB · aindari · 👁 499 dibaca

Futechi Farm memadukan otomasi, IoT, dan kecerdasan buatan untuk membantu peternak kecil dan menengah mengelola pakan, kesehatan ayam, serta kebersihan kandang.

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan Futechi Farm, platform peternakan ayam petelur yang mengandalkan otomasi dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini ditujukan untuk memperbaiki efisiensi kerja dan produktivitas, terutama pada usaha peternakan kecil hingga menengah yang masih membutuhkan banyak pekerjaan manual.

Sistem tersebut memungkinkan pemberian pakan berlangsung otomatis berdasarkan jadwal. Pengoperasiannya dapat dilakukan melalui panel kendali maupun ponsel pintar. Selain distribusi pakan, Futechi Farm menggabungkan pemantauan suhu, pengambilan telur, serta pendeteksian tanda-tanda penyakit pada ayam dalam satu sistem pengelolaan.

Kecerdasan buatan digunakan untuk membantu mengenali indikasi gangguan kesehatan pada populasi ayam dalam jumlah besar. Dengan pemantauan itu, peternak berpeluang melakukan penanganan lebih awal sebelum kondisi ayam memburuk. Tim pengembang menilai langkah tersebut dapat membantu menjaga kesinambungan produksi telur. Sistem juga memuat pengaturan waktu vaksinasi dan sterilisasi agar perawatan ayam serta sanitasi kandang dapat mengikuti jadwal dan usia ternak.

Pada bagian konstruksi, Futechi Farm memakai weld mesh atau jaring kawat las sebagai pengganti bambu yang umum ditemukan pada kandang konvensional. Rancangan ini membuat kotoran ayam jatuh ke bagian bawah kandang, sehingga pekerjaan pembersihan dan pemeliharaan menjadi lebih praktis. Pengembang juga merancang pengelolaan limbah ternak yang terhubung dengan kolam lele.

Platform itu dikembangkan untuk menekan biaya operasional dan menggunakan pakan secara lebih optimal. Konsepnya disesuaikan dengan kemampuan usaha peternakan kecil dan menengah, dengan tujuan agar penerapan teknologi modern tidak hanya terbatas pada perusahaan besar. Inisiatif ini mulai dikerjakan pada Januari 2026.

Futechi Farm telah terjual dua unit dengan nilai total Rp70 juta kepada pengguna di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, serta satu unit senilai Rp35 juta ke Papua. Pengembangan dan pemasaran proyek tersebut memperoleh pembinaan dari Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif di bawah Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi ITS. Tim juga mendapat dukungan pendanaan Asian Development Bank dan ITS melalui program HETI.

Tim inovator terdiri atas Muhammad Samsuddin, Khoerunnisa Utami, Yusran Ardian Hamissy, Risky Firmansyah, Muhammad Tabranie, Osama Ilham Prasetya Putra, dan Achmad Rizky Tri Wibowo. Ketujuh anggota merupakan mahasiswa program sarjana dan magister Departemen Teknik Mesin ITS. Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyatakan kampus mendorong hasil riset agar diterapkan menjadi inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan pemerintah, termasuk mendukung pengembangan sumber daya manusia serta perekonomian nasional.

Tag: peternakan ayam, Futechi Farm, otomasi peternakan, Internet of Things, ITS Surabaya