Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Peternakan

Magelang Diproyeksikan Menjadi Kawasan Baru Produksi Susu Jawa Tengah

2026-10-30 17:01 WIB · aindari · 👁 958 dibaca

Pemprov Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian menilai Magelang berpeluang menjadi sentra sapi perah baru, dengan penguatan kesehatan ternak, koperasi, dan akses industri.

Kabupaten Magelang disiapkan sebagai kawasan baru pengembangan sapi perah untuk membantu mengejar swasembada susu nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungan melalui perluasan layanan kesehatan hewan dan penguatan pengembangbiakan ternak. Rencana itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di Sentra Sapi Perah Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Jumat.

Menurut Taj Yasin, pertambahan jumlah sapi harus berjalan bersama pengendalian penyakit. Ternak yang sehat berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha peternak. Pemprov Jawa Tengah menyiapkan pengobatan serta langkah pencegahan apabila sapi menunjukkan potensi terserang penyakit.

Pelayanan tersebut dijalankan antara lain melalui program Healing atau Kesehatan Hewan Keliling. Program ini mendekatkan layanan veteriner kepada peternak dan telah mencakup 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Peternak dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memperoleh penanganan ketika menemukan masalah kesehatan pada sapi.

Jawa Tengah memiliki posisi penting dalam produksi susu nasional. Pada 2025, jumlah sapi perah di provinsi tersebut tercatat 77.566 ekor dengan produksi sekitar 75.366 ton. Angka itu menyumbang 9,66 persen produksi susu nasional dan menempatkan Jawa Tengah di urutan ketiga nasional. Selain mempertahankan sentra yang telah berkembang di Boyolali dan Klaten, pemerintah provinsi merancang kawasan baru di Magelang, Batang, dan Brebes berdasarkan kondisi lahan, air, pakan, serta akses pasar.

Muhammad Saleh Mustafa menilai Magelang layak diajukan sebagai proyek percontohan pengembangan persusuan. Namun, pembangunan sektor ini tidak cukup bertumpu pada kondisi wilayah. Infrastruktur, kemampuan sumber daya manusia, dan kelembagaan peternak perlu disiapkan secara bersamaan. Koperasi menjadi unsur penting karena dapat memperkuat posisi tawar peternak dan mengurangi ketergantungan pada perantara dalam penjualan susu.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut delapan kecamatan memiliki kondisi agroklimat yang mendukung sapi perah. Ngablak menjadi salah satu wilayah dengan ekosistem peternakan yang sudah tumbuh. Tantangannya mencakup jumlah ternak yang masih terbatas serta kapasitas koperasi. Dua koperasi, Sapto Argo dan Amarto, masing-masing menghasilkan kurang dari 2.000 liter susu per hari sehingga belum dapat memasok langsung industri pengolahan susu. Peternak pun masih menggunakan perantara, yang berpotensi memengaruhi harga jual. Karena itu, pengembangan Magelang perlu mencakup peningkatan populasi dan produksi, perbaikan tata kelola koperasi, serta kemitraan lebih kuat dengan industri pengolahan susu.

Tag: sapi perah, Magelang, Jawa Tengah, swasembada susu, koperasi peternak